Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ritual Semedi Di Pantai Watu Ulo (Instagram @memomedsos)
Dream - Belum lama ini, tragedi tewasnya 11 orang di Pantai Watu Ulo, Jember, Jawa Timur terjadi. Mereka tewas tersambar ombak saat menggelar ritual semedi di tempat yang berbahaya.
Akibat tragedi itu, seluruh orang kini dilarang melakukan ritual di pantai tersebut. Namun demikian, masih ada saja orang yang nekat.
Sebuah video yang diunggah akun Instagram @memomedsos memperlihatkan aksi sejumlah orang menggelar semedi di Pantai Watu Ulo. Video itu disebutkan diambil pada Sabtu, 26 Februari 2022.
Terlihat puluhan orang duduk bersila dengan tangan menengadah. Setengah tubuh mereka terendam air laut yang sedang surut.
Mereka sama sekali tidak memperhatikan lokasi yang sudah ditetapkan berbahaya. Bahkan papan peringatan yang sudah dipasang diabaikan.
Kapolsek Ambulu, Ajun Komisaris Makruf, membenarkan keberadaan fakta dalam video teresbut. Dia mengatakan mereka yang tertangkap kamera sedang berdoa di pinggir pantai.
" Ya, benar tadi kejadiannya pas Zuhur itu," ujar Makruf.
Makruf mengatakan pihaknya awalnya menerima laporan dari anggota Bhabinkamtibmas. Setelah itu, dia menerjunkan beberapa personel menuju lokasi.
Makrruf mengatakan dari pengakuan orang-orang tersebut, ritual yang mereka jalankan sebatas doa. Setelah itu, pihaknya meminta mereka bubar.
" Karena memang kami datang langsung membubarkan kegiatan itu, lalu mereka nurut dan kami minta untuk segera pulang," kata dia.
Dia mengingatkan sempat terjadi kegiatan serupa yang menelan korban tewas 11 orang. Karena itu, Makruf meminta agar tidak ada lagi ritual di pantai tersebut.
" Kita tahu ya, ombak pantai selatan ini sangat besar dan kami meminta waktu untuk pergi," kata dia.
Video ini mengundang kecaman warganet. Banyak yang jengkel dengan ulah orang-orang tersebut.
" Pas Dzuhur???? Emg gak pada sholat dulu?? Trus berdoa kepada siapa?? Lumba2" tulis warganet.
" Walaupun di pinggir bgitu bisa kegulung ombak ya? Itu kyak ada pembatasnya gtu bkn laut lepas," tulis warganet.
" Allah...taubatlah..patutlah Indonesia bnyk kene bala yg besar..ni lah salah satu sbbnye..syirik terhadap Allah," tulis warganet.
" Bukannya manusia dikasih akal dan pikirian lalu hati nurani? Manusia punya tugas memilah mana yg benar untuk dilakukan dan mana yg salah," tulis warganet.
View this post on Instagram
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya