Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi (Sumber: Shutterstock)
Dream- Letak geografis yang berada di atas lingkaran cicin api membuat Indonesia menjadi salah satu negara yang kerap mengalami gempa bumi. Gempa tektonik dan vulkanik sudah biasa terjadi di Tanah Air.
Hingga saat ini belum ada teknologi apapun yang bisa memperkirakan kapan gempa bumi akan terjadi. Begitu pula dengan kekuatannya.
Sebagai warga yang tinggal di Indonesia, kita hanya bisa bersiap manakala gempa mengguncang. Terlebih bagi mereka yang tinggal di sekitar gunung berapi dan pesisir laut.
Dalam beberapa tahun terakhir, gempa bumi kerap terjadi. Beberapa bahkan sempat memicu tsunami yang memicu kerusakan dan korban jiwa.
Seberapapun besarnya kekuatan gempa, sikap waspada tetap harus dilakukan. Rasa siaga dan antisipasi tidak hanya dilakukan saat terjadi gempa saja, tapi juga jauh sebelum gempa terjadi dan sesudah gempa terjadi.
Berikut Dream rangkumkan tips mengantisipasi gempa bumi, mulai dari sebelum gempa bumi terjadi, saat terjadi gempa bumi, hingga setelah gempa bumi terjadi.
Antisipasi gempa bumi tidak hanya dilakukan saat terjadi gempa saja. Jauh sebelum terjadinya gempa, antisipasi sangat diperlukan untuk mengurangi risiko dan kerusakan terburuk.
Seperti yang kita tahu, letak geografis Indonesia membuat Indonesia rawan gempa bumi, pengetahuan tentang hal inilah yang menjadi antisipasi pertama.

Pelajari mendalam apa itu gempa bumi dan bagaimana cara mengantisipasinya. Ajarkan anak juga untuk mengetahui lebih banyak tentang gempa bumi.
Setelah itu, lakukan beberapa tips antisipasi gempa bumi berikut ini:
- Perbaiki struktur dan pondasi rumah supaya lebih kuat dan tahan terhadap gempa bumi. Atau perhatikan hal-hal terkait stuktur dan pondasi sebelum membangun rumah. Lakukan evaluasi dan renovasi kalau memang dibutuhkan. Hal ini wajib dilakukan untuk mengurangi kerusakan apabila terjadi gempa bumi.
- Mengenali lingkungan sekeliling menjadi antisipasi gempa bumi berikutnya. Perhatikan jalur evakuasi atau pintu keluar yang disediakan kantor atau bangunan lain. Hal ini untuk mengantisipasi saat terjadi gempa bumi dan mempermudah untuk melakukan evakuasi diri.
- Persiapan rutin, melakukan pengecekan perabotan rumah secara berkala menjadi antisipasi gempa bumi yang penting. Kerusakan dan korban luka bisa disebabkan oleh perabotan rumah yang berjatuhan, sehingga menjadi penting untuk melakukan pengecekan perabotan secara rutin.
- Menyiapkan perlengkapan khusus, seperti kota P3K, senter, suplemen di tempat tertentu untuk mengantisipasi hal terburuk.

Apabila antisipasi sebelum gempa bumi sudah dilakukan dengan baik, risiko kerusakan dan luka-luka diharapkan bisa dikurangi.
Sekarang waktunya kamu belajar cara mengantisipasi dan menyelamatkan diri saat gempa bumi terjadi. Tentu saja hal pertama harus dilakukan adalah berpikir tenang dan mencari perlindungan.
Ketika gempa terjadi dan kita berada di dalam ruangan, lakukan beberapa hal berikut ini:
- Mencari tempat berlindung yang kuat dan kokoh, seperti kolong tempat tidur, kolong meja, atau kolong lain yang memungkinkan diri kita terlindung dari runtuhan perabotan atau dinding dan atap.
- Apabila masih memungkin untuk berlari keluar, segera mungkin lari keluar rumah dan menjauhi bangunan dan pohon yang tinggi.
- Matikan sambungan listrik utama apabila masih memungkinkan. Hal ini dilakukan untuk mencegah terjadinya konsleting listrik.
- Matikan kompor atau sumber api lain, apabila sedang memasak saat terjadi gempa, hal ini untuk mengantisipasi kejadian kebakaran yang tidak diinginkan.
Antisipasi tersebut sangat penting dilakukan dalam keadaan yang tenang dan tidak panik. Namun, yang terpenting ialah menyelamatkan diri terlebih dahulu.

Tips antisipasi gempa bumi selanjutnya ialah ketika kita berada di luar ruangan saat gempa bumi terjadi. Berada di luar ruangan bukan berarti kita bisa tenang begitu saja saat terjadi gempa.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan demi keselamatan, seperti:
- Menjauhkan diri dari bangunan tinggi, tiang listrik, pohon besar, dan berlari ke tempat terbuka seperti tanah lapang. Jangan lupa juga untuk memperhatikan tanah yang kita pijak untuk menghindari luka akibat retakan tanah.
- Apabila sedang berkendara dan terjadi gempa, yang perlu dilakukan ialah turun dari kendaraan dan mematikan mesin kendaraan, entah itu motor, mobil, ataupun kendaraan darat lainnya. Setelah itu, evakuasi diri ke tempat terbuka.
- Apabila terjadi gempa saat berada di pantai atau kawasan pesisir, sangat penting untuk segera menjauh dari bibir pantai, dan mencari tempat yang lebih tinggi untuk mengantisipasi terjadinya tsunami. Ada waktu beberapa menit setelah terjadi gempa di pantai, perhatikan juga kondisi air laut, apabila mengalami penyurutan yang drastis, lakukan evakuasi secepatnya.
- Apabila terjadi gempa saat berada di daerah pegunungan, hal yang terpenting untuk dilakukan ialah menghindari tebing yang berpotensi longsor.
Untuk tempat-tempat yang rawan terjadi gempa bumi, pasti sudah ada tanda untuk evakuasi diri. Ikuti tanda tersebut, dan ikuti petugas yang datang untuk mengevakuasi.
Setelah gempa bumi selesai, kita tidak boleh langsung merasa lega dan lengah. Ada beberapa hal yang harus tetap diperhatikan, seperti:
- Keluar dari gedung, apabila masih berada di dalam gedung. Jangan lupa untuk membawa P3K, cadangan makanan, dan alat komunikasi.
- Periksa kembali lingkungan sekitar, hal ini dilakukan untuk mengantisipasi kejadian tak diinginkan seperti kebakaran, kebocoran gas, dan lain sebagainya.
- Jangan memasuki bangunan yang sudah jelas mengalami kerusakan, karena dapat melukai diri sendiri.
- Memperhatikan informasi terbaru dari petugas dan pemerintah, dan terus memantau informasi dari sumber yang jelas dan kredibel.
- Menunggu bantuan dan terus berdoa untuk memohon perlindungan dari Tuhan.
Semoga bermanfaat ya Sahabat Dream!
(Sah, Sumber: BMKG Indonesia)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


6 Tips agar Perjalanan dengan Bayi Lebih Nyaman dan Minim Drama

Pembalut dan Buku Kena Pajak, Barang Apa Lagi yang Tanpa Sadar Dipajaki?

Kebiasaan Ngemil Setelah Makan Malam Dikaitkan dengan Risiko Penyakit Hati hingga 30 Persen

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?

Kadar Oksigen di Laut, Sungai, dan Danau Terus Menurun, Ilmuwan Peringatkan Ancaman bagi Kehidupan

Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?
