Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Gempa Bumi
Dream - Sumatera Barat masuk dalam kawasan rawan bencana. Berdasarkan dokumentasi sejarah kebencanaan, kawasan Sumatera Barat memiliki siklus gempa besar
Wali Kota Padang, Mahyeldi Ansharullah, mengatakan siklus gempa besar di Sumatera Barat terjadi tiap 200 tahun. Sedangan awal abad 21 merupakan masa berulangnya siklus.
Mahyeldi mengatakan tingkat kerawanan bencana yang terjadi cukup tinggi. Akibatnya, Sumatera Barat sampai mendapat julukan sebagai supermarket bencana.
Sadar mengenai hal ini, Kota Padang membuat seperangkat aturan berupa Peraturan Daerah (Perda) mengenai penanggulangan bencana. Mahyeldi menegaskan Padang harus mampu merespon potensi gempa 9,8 Skala Richter.
" Perda tersebut bertujuan agar masyarakat dan bangunan terjamin. Saat ini kita membangun kantor, pasar, masjid, bahkan rumah warga memakai shelter," ujar Mahyeldi, di acara Disarter Outlook 2019, di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis 31 Januari 2019.
Mahyeldi mengatakan julukan 'supermarket bencana' yang tersemat pada Padang menjadi pemicu kota yang dipimpinnya untuk berubah. Menurut dia, jajaran Pemkot Padang kini tengah mendorong perubahan cara pandang masyarakat tentang kebencanaan.
" Kita ingin mengubah pandangan orang yang mengatakan 'potensi bencana', dari air mata menjadi mata air. Daripada kita sedih karena keadaan, kita ganti jadi mata air," kata Mahyeldi.
Untuk mengantisipasi bencana di masa mendatang, Padang menjalin kerja sama dengan tiga negara yaitu Selandia Baru, China, dan Jepang. Selain itu, dengan dana bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana, Pemkot Padang akan memasang alat pemantau gempa di 50-100 titik yang dapat mendeteksi pergerakan tanah 20 detik sebelum gempa terjadi.
(Sah, Laporan: Ratih Permatasari)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya