JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Rancangan Pesawat Supersonic Aerion Dan Concorde (Sumber: Dailymail.co.uk)
Dream - Pesawat supercepat, Concorde, bangkit dari tidur lamanya setelah terbang terakhir kali pada November 2003. Kebangkitan ini terjadi usai Eropa Airbus dan perusahaan Aerospace Amerika Serikat Aerion diketahui tengah menggarap proyek pesawat supersonic The Aerion AS2.
Pesawat yang dirancang dengan kecepatan supersonic ini bakal melahap rute Los Angeles-New York hanya dalam waktu tiga jam.
Memiliki kecepatan 1.217 mile per jam, Aerion bakal mendekati Concorde yang memiliki kemampuan jelajah 1.350 mile per jam.
Mengutip laman Dailymail, Minggu, 28 September 2014, kedua perusahaan telah mengumumkan proyek besar ini dan berjanji akan berbagi kemampuan dalam merancang, membangun dan sertifikasi pesawat tersebut.
Para teknisi Airbus dari diisi pertahanan dan luar angkasa rencananya bakal mulai bekerja di markas Aerion di Reno, Nevada.
Untuk menghadirkan titisan Concorde ini, tak kurang US$ 100 juta akan disiapkan. Tes kelayakan terbang Aerion diharapkan bisa dimulai pada 2019.
Chairman Aerion Robert M Bass mengatakan proyek ini merupakan lompatan besar bagi perusahaan. " Proyek ini semakin meneguhkan tujuan kami menjadi perusahaan pertama yang menjalankan bisnis pesawat supersonic pada 2021," katanya.
Sesuai jadwal, pesawat supersonic komersial ditargetkan memperoleh sertifikat pada 2021 dan mulai diserahkan pada pembel pada 2022.
Bass yang memang merupakan salah satu miliarder dunia telah memiliki ambisi memasuki bisnis pesawat supercepat dengan meluncurkan proyek ini pada 2002.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
