Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi
Dream - Seorang suami di Arab Saudi menceraikan istrinya cuma karena persoalan sepele. Menolak untuk menutup pintu mobil mereka.
Diberitakan Emirates 247, Jumat 26 Jumat 2014, pasangan yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan pergi. Ketika sampai di rumah, istri dan anak-anak langsung masuk rumah sementara suaminya masih di luar.
Sang suami kemudian memanggil istrinya yang sudah di dalam rumah untuk menutup pintu mobil. Namun, si istri menolak karena merasa suami lebih dekat dengan mobil.
Mendengar jawaban sang istri, suami marah dan kemudian berkata. " Kamu tidak usah mendekatiku dan tidak boleh masuk rumah jika tidak menutup pintu mobil."
Wanita itu kemudian dilaporkan meninggalkan suaminya dan kembali ke rumah ayahnya. Banyak orang telah mencoba untuk mendamaikan pasangan itu. Tetapi si wanita menolak semua upaya.
Dia mengatakan bahwa dia tidak ingin tetap menikah dengan pria yang " tidak bertanggung jawab" .
Menurut ulama Arab terkenal Sheikh Asim Al-Hakim, perceraian itu sah berdasarkan tindakan pria itu. Al-Hakim menjelaskan ada perceraian langsung dan tidak langsung. Perceraian langsung dapat terjadi bahkan jika seseorang membuat lelucon tentang hal itu.
Perceraian langsung didasarkan pada niat. " Niat sangat penting dalam kasus tersebut, namun perilaku seperti itu tidak bertanggung jawab."
Dia mengatakan Islam telah mengajarkan umatnya bertanggung jawab dengan segala tindakannya. " Jadi seorang pria harus sangat berhati-hati dengan tindakannya," katanya sambil memperingatkan bahwa orang tidak boleh tergesa-gesa dan marah-marah menghadapi situasi seperti itu.
Menurut sebuah studi yang dilakukan surat kabar Aleqtesadiah, ada 2,5 kasus perceraian untuk setiap 1.000 pria di atas usia 15 tahun. Ada 30.000 perceraian pada 2012, rata-rata 82 perceraian sehari, atau tiga perceraian tiap jamnya.
Dalam laporan sebelumnya, Kementerian Ekonomi dan Perencanaan menyebutkan selain memproses sekitar 70.000 pernikahan baru setiap tahunnya, pejabat pengadilan agama dan petugas pernikahan juga menyelesaikan lebih dari 13.000 kasus perceraian.
Penelitian ini juga menunjukkan Saudi menduduki peringkat kedua, setelah Bahrain, di antara negara-negara Dewan Kerjasama Teluk (GCC) dalam hal perceraian.
Tingkat perceraian di Bahrain mencapai 2,7 perceraian untuk setiap 1.000 orang. Penelitian yang sama juga menunjukkan adanya tren kenaikan kasus perceraian pada 2012 dibandingkan dengan 2010 yang mencatat 75 kasus perceraian setiap harinya. (Ism)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang