Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dataran Tinggi Golan (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, kembali membuat pernyataan yang menguncang publik. Dia bahkan memutar haluan kebijakan AS terhadap Israel dengan menyatakan Dataran Tinggi Golan merupakan wilayah milik Negeri Bintang David tersebut.
Pernyataan itu disampaikan Trump dalam cuitannya di Twitter pada Kamis, 21 Maret 2019. Melalui pernyataan tersebut, tampak Trump mendukung penuh Israel untuk menguasai kawasan yang dicaplok dari Suriah itu.
" Setelah 52 tahun, inilah saatnya bagi Amerika Seikat untuk sepenuhnya mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, yang sangat penting untuk strategi dan keamanan bagi stabilitas regional dan negara Israel!" tulis Trump, dikutip dari Aljazeera, Jumat 22 Maret 2019.
Cuitan tersebut muncul di saat Sekretaris Negara, Mike Pompeo dalam kunjungan ke Yerusalem. Pompeo menolak memberikan tanggapan atas cuitan itu.
Israel merebut Dataran Tinggi Golan dari Suriah pada Perang Enam Hari pada 1967 dan secara efektif didudukinya pada 1981. Pendudukan tersebut tidak pernah mendapat pengakuan dari komunitas internasional.
Beberapa menit setelah Trump membuat pernyataannya tersebut, Perdana Menteri Benjamin Netanyahu memberikan apresiasi lewat akun Twitternya.
" Di saat Iran berusaha memanfaatkan Suriah sebagai platform untuk menghancurkan Israel, Presiden Trump dengan berani mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan. Terima kasih, Presiden Trump," kata Netanyahu.
Dia menambahkan Trump telah membuat sejarah dengan pernyataannya.
Selain kebijakan terhadap Palestina, AS juga mengambil sikap keras terhadap Iran. Kebijakan tersebut sangat disukai oleh Netanyahu.
" Anda dapat bayangkan apa yang akan terjadi jika Israel tidak di Golan. Anda akan mendapati Iran ada di tepi Danau Galilea," ucap dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya