Tsunami Covid-19 Mulai Menebar Cemas, Kasus di Negara Tetangga Melonjak

Reporter : Ahmad Baiquni
Senin, 3 Mei 2021 13:01
Tsunami Covid-19 Mulai Menebar Cemas, Kasus di Negara Tetangga Melonjak
Kasus harian di India sudah mencapai 400 ribu, tertinggi secara global.

Dream - Pandemi Covid-19 mengalami lonjakan tajam secara global. Sementara saat ini India menjadi negara yang 'memimpin' infeksi global dengan kasus harian yang begitu besar dan mengkhawatirkan dalam sepekan terakhir.

Jumlah kasus Covid-19 global kini mencapai 152 juta, dengan angka kematian mendekati 3,2 juta. Banyak negara tengah bergulat dengan gelombang penularan varian baru virus corona yang lebih cepat menular, sementara peluncuran vaksin mengalami pelambatan.

Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena semakin banyak terjadi pengabaian terhadap kebijakan pembatasan yang diterapkan banyak negara. Masyarakat lelah dengan pembatasan dan seringnya peraturan berubah.

Di India, kasus harian Covid-19 sempat turun pada Minggu, 2 Mei 2021 ke level 392.488. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya India mencatat rekor global dengan kasus harian tertinggi di dunia mencapai lebih dari 400 ribu.

Angka kematian juga melonjak tinggi ke level 3.689 kasus. Hal ini menyusul sistem perawatan kesehatan yang sudah kewalahan berjuang menyediakan tempat tidur, oksigen, dan berbagai persediaan medis.

Ibu Kota India, New Delhi, menjadi daerah dengan dampak paling parah. Situasi ini memaksa otoritas setempat memberlakukan perpanjangan lockdown pada Sabtu lalu.

1 dari 3 halaman

Lonjakan Tajam Kasus Global

Infeksi virus korona global terus meningkat tajam, dipimpin oleh wabah terburuk di dunia di India, yang telah membukukan rekor baru yang mengkhawatirkan dalam kasus baru hampir setiap hari selama seminggu terakhir.

Jumlah total kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 152 juta, dan kematian hampir 3,2 juta, ketika negara-negara bergulat dengan gelombang kebangkitan varian virus yang lebih menular di tengah peluncuran vaksinasi yang lebih lambat dari ideal.

Orang-orang, yang lelah dengan pembatasan yang berkepanjangan dan bingung dengan peraturan yang terus berubah, sekarang lebih dari sebelumnya mengabaikan pembatasan yang dimaksudkan untuk membuat mereka tetap aman.

Kasus Covid-19 harian India turun sedikit pada hari Minggu (2 Mei) menjadi 392.488, sehari setelah itu menjadi negara pertama yang melewati angka 400.000 dalam infeksi baru. Tetapi kematian harian melonjak ke rekor 3.689, karena sistem perawatan kesehatannya yang kewalahan berjuang dengan kekurangan tempat tidur, oksigen, dan persediaan medis lainnya yang parah.

Ibu kota India, New Delhi, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak, memperpanjang pengunciannya selama seminggu pada hari Sabtu.

Penasihat pandemi utama Amerika Serikat, Anthony Fauci, menyatakan seluruh India harus diisolasi untuk membendung infeksi yang mengamuk. Tetapi sejauh ini India menolak saran tersebut.

2 dari 3 halaman

Bantu India, Kunci Pengendalian Kasus Global

Lebih banyak bantuan internasional tiba di India pada hari Minggu. Sejumlah negara memutuskan mengirimkan bantuan dengan pertimbangan kondisi India menjadi kunci pengendalian pandemi secara global.

India telah menerima dosis pertama vaksin Sputnik V Rusia. Negara itu memperluas kampanye inokulasi untuk semua orang dewasa pada hari Sabtu, tetapi banyak negara bagian menghadapi kekurangan suplai vaksin meskipun sudah memberlakukan embargo pengiriman ke luar negeri

Antrian mengular terlihat di pusat vaksinasi di kota-kota di India. Masyarakat India berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan demi mendapatkan suntikan vaksinasi.

" Ini adalah keharusan sekarang. Kami melihat begitu banyak orang dinyatakan positif," kata Megha Srivastava, 35, di salah satu pusat serupa di New Delhi.

Kondisi India mendesak sejumlah negara tetangga membunyikan lonceng peringatan. Kasus harian Sri Lanka mencapai rekor baru untuk hari kelima berturut-turut pada hari Sabtu.

" Kita bisa menghadapi krisis seperti India dalam waktu dekat kecuali kita menahan tren infeksi saat ini," kata kepala ahli epidemiologi Nepal, Sudath Samaraweera.

Di Nepal, para pejabat memperingatkan infeksi baru meningkat lebih cepat daripada yang dapat dicatat. Lebih dari sepertiga hasil tes dinyatakan positif dan pada Jumat pekan lalu Nepal membukukan kasus paling baru sejak Oktober.

Malaysia Minggu melaporkan kasus pertama varian virus B1617 yang sangat menular di India. Kasus tersebut ditemukan pada seorang warga negara India yang baru-baru ini tiba di Kuala Lumpur.

3 dari 3 halaman

Kasus Luar Negeri Mengkhawatirkan

Pakar kesehatan Jepang pesimis tentang kemungkinan menahan lonjakan kasus terbaru. Penutupan bisnis telah dibatasi, dan jutaan orang Jepang sudah abai bahkan berani mengambil risiko untuk bepergian.

Di Korea Selatan, para pejabat bersiap menghadapi lebih banyak kasus baru karena orang-orang meningkatkan interaksi dan membuat rencana untuk liburan besar bulan ini.

Selama empat hari berturut-turut, Korsel mencapai kenaikan kasus harian pada level 600-an. Hampir setengah dari luar wilayah Seoul yang lebih besar, menunjukkan virus telah menyebar ke seluruh negeri dan memperpanjang aturan jaga jarak tiga minggu lagi hingga 23 Mei.

Di luar Asia, gelombang baru infeksi Covid-19 juga mengguncang negara-negara di Amerika. Kematian akibat virus corona di Brasil melampaui 400 ribu pada hari Jumat, dengan rumah sakit di ambang kehancuran.

Akibatnya, Brasil melaporkan jumlah kematian Covid-19 terbanyak kedua setelah AS, yang telah mencatat lebih dari 570 ribu kasus kematian.

Di Kanada, pusat penyebaran berada di provinsi terpadat di Ontario, di mana lonjakan begitu hebat. Pemerintah sampai mengirim militer dan Palang Merah untuk membantu merawat pasien yang sakit kritis.

Banyak profesional kesehatan dan perawat juga merasa frustrasi dengan warga yang tidak mengikuti tindakan pencegahan. " Kami semua merasa telah dikecewakan sedikit oleh masyarakat," kata dokter Jamie Spiegelman.

Terlepas dari lonjakan virus di negara itu, puluhan ribu orang berbaris di Montreal menentang pembatasan pada hari Sabtu. Mereka berkerumun dan menentang kewajiban penggunaan masker serta pemberlakuan jam malam.

Pengunjuk rasa anti-pembatasan juga berkumpul di negara-negara Eropa, termasuk Finlandia, Swedia, Belgia, dan Jerman.

Sumber: Straits Times

Beri Komentar