Tunggak SPP, Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Sekolah

Reporter : Maulana Kautsar
Minggu, 8 Desember 2019 14:41
Tunggak SPP, Ijazah Siswi dari Keluarga Miskin Ditahan Sekolah
Kesulitan membayar tunggakan SPP.

Dream - Menempuh pendidikan kerap menjadi salah satu jalan untuk meningkatkan derajat ekonomi keluarga.

Tapi, langkah itu kerap terganjal. Ada beberapa orang yang menghadapi diskriminasi dari lingkungan pendidikan.

Salah satu kisah itu dirasakan Ine Widiarti, 17 tahun. Sejak lulus di SMK Lentera Bangsa, ijazah miliknya ditahan sekolah.

Kondisi ini lantaran Ine belum membayar uang tunggakan Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) sebesar Rp5,585 juta.

1 dari 2 halaman

Untuk Melamar Kerja

Tunggakan itu, kata dia belum bisa dilunasi karena faktor ekonomi keluarganya yang pas-pasan.

" Sejak lulus sekolah, ijazah masih ditahan pihak sekolah karena masih ada kewajiban yang belum lunas," kata Ine, di rumahnya, Dusun Cikangkung Tinir, Desa Rengasdengklok Utara, Kecamatan Rengasdengklok, Karawang, dilaporkan Liputan6.com, Minggu, 8 Desember 2019.

Ine saat ini tinggal di rumah reyot dengan tiga penghuni. Dia tinggal dengan ibunda dan adiknya.

Kondisi rumah itu menggunakan bilik bambu yang sudah bolong dan lantainya yang terbuat dari tanah.

Ibunda Ine, Rani tentu saja punya keinginan yang besar anaknya mendapatkan ijazah setelah bersekolah selama tiga tahun. Ijazah itu akan digunakan untuk melamar pekerjaan.

" Belum bisa melunasi tunggakan ke sekolah karena saya orang miskin," ucap Rani.

 

2 dari 2 halaman

Sekolah Tak Membantah

Sehari-hari, Rani jualan sayuran keliling kampung. Penghasilannya pun tak menentu. Paling tinggi, sehari ia memperoleh Rp50 ribu dan langsung habis untuk makan sehari-hari.

" Pengahasilan tidak pasti, keuntungan penjualan buat makan bertiga," dia menuturkan.

Kepala Sekolah SMK Lentera Bangsa, Ahkmad Jaelani, menampik menahan ijazah salah satu lulusannya. Sebab, dia mengakui, sekolah tidak boleh menahan ijazah.

Tapi di sisi lain, dia pun mengakui masih ada kewajiban siswi bernama Ine Widiarti yang masih belum diselesaikan hingga ijazahnya masih tertahan. " Sekolah tidak menahan ijazah,namun masih ada kewajiban yang harus diselesaikan," kata Akhmad.

Dia mengaku tidak hapal persis nilai kewajiban yang mesti dilunasi. Tetapi sejak keluar lulus sekolah, seharusnya orangtua dan anak datang ke sekolah untuk membicarakan dan menyelesaikan persoalan ijazah.

Sumber: Liputan6.com

Beri Komentar