Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Ayah Yang Berbincang Dengan Anak Laki-lakinya Yang Sudah Dewasa. (Foto: Www.usnews.com)
Dream – Mengadopsi anak adalah hal lumrah dilakukan di masyarakat, khususnya di negara maju. Biasanya, alasan yang digunakan adalah tidak ada keturunan atau belum punya keturunan.
Yang sering diadopsi adalah anak-anak, mulai dari bayi hingga anak balita.
Tapi, alasan ini tidak berlaku di Jepang. Di sana, sebagian besar yang diadopsi adalah pria dewasa yang berusia 20 tahun-30 tahun, bukan anak-anak.
Dilansir dari Business Insider, Jumat 13 Januari 2017, dalam buku “ Freakonomics”, ekonom Steven Levitt dan jurnalis Stephen J. Dubner, mengatakan adopsi pria dewasa ini dipengaruhi oleh tradisi bisnis yang telah berjalan beratus-ratus tahun di mana pengusaha mengadopsi pria dewasa.
Alasannya tentu untuk mengamankan bisnis, kekayaan, dan asetnya sang pewaris. Memang, dalam hukum sipil Jepang, kekayaan keluarga akan diwariskan kepada garis keturunan laki-laki dan yang diutamakan adalah lelaki paling tua.
Dengan cara seperti ini, bisnis yang dijalankan terlihat seperti bisnis keluarga.
© Dream
Bagaimana dengan keluarga yang hanya memiliki anak perempuan?
Keluarga tersebut bisa mengadopsi anak lelaki lewat perjodohan. Mereka mengadopsi anak lelaki dan mengubah marga anak lelaki menjadi nama marga keluarga yang bersangkutan. Atau, mereka juga bisa melakukan perjodohan dan mengubah nama menantu laki-lakinya dengan nama marga keluarga wanita (mukoyoshi).
Dengan begitu, keluarga wanita bisa tetap mengelola aset dan kekayaan si pewaris setelah pewaris meninggal.
Kini, di Jepang, ada perusahaan perjodohan untuk merekrut pria adopsi sukarelawan untuk perusahaan Jepang.
Contoh perusahaan terkenal di Jepang yang merupakan bisnis keluarga karena mukoyoshi adalah Toyota—perusahaan yang dibangun oleh Kiichiro Toyoda pada 1937.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya