Varian Omicron Disebut Dapat Menginfeksi Penyintas Covid-19

Reporter : Ahmad Baiquni
Rabu, 1 Desember 2021 13:00
Varian Omicron Disebut Dapat Menginfeksi Penyintas Covid-19
Temuan awal menunjukkan varian ini bisa menulari pasien sembuh yang pernah tertular varian lain.

Dream - Varian virus corona yang baru dengan kode B11529 atau Omicron disebut memiliki kemampuan infeksi yang jauh lebih besar daripada Delta. Bukti awal penelitian mengarahkan pada kemungkinan Omicron bisa menginfeksi penyintas Covid-19.

" Namun, sampai saat ini Technical Advisory Group on Virus Evolution dari WHO menyatakan bahwa terkait efek transmisibilitas dan keparahan gejala yang ditimbulkannya masih belum pasti," ujar Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Bakti Bawono Adisasmito, disiarkan kanal BNPB.

Wiku mengatakan bukti awal memang menunjukkan varian ini dapat menimbulkan reinfeksi pada penyintas Covid-19. Meski begitu, masih diperlukan pendalaman.

" Perlu diperdalam dengan studi lanjutan," kata Wiku.

 

1 dari 6 halaman

Cegah Masuk ke Indonesia

Untuk mengantisipasi masuknya varian ini ke Indonesia, Pemerintah telah melakukan sejumlah upaya. Di antaranya penundaan sementara kedatangan Warga Negara Asing dari beberapa negara yang melaporkan adanya transmisi Omicron.

" Atau telah terjadinya kondisi penularan antar penduduk dalam suatu negara atau wilayah yang sumber penularannya berasal dari dalam negara atau wilayah itu sendiri," kata Wiku.

Selain itu, Pemerintah terus melakukan pemantauan kondisi di sejumlah negara. Jika diperlukan, Pemerintah juga menerapkan penyesuaian daftar negara yang dilarang masuk.

Untuk di dalam negeri, Pemerintah tetap menerapkan penyesuaian kegiatan masyarakat jelang Natal dan Tahun Baru. Di antaranya, penerapan PPKM Level 3 mulai 24 Desember 2021 hingga 2 Januari 2022 seperti tertuang dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 62 Tahun 2021 dan Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 24 Tahun 2021.

2 dari 6 halaman

Sederet Fakta di Indonesia Soal Omicron, Varian Baru Virus Corona Lebih Parah dari Delta

Dream - Dunia kini tengah dibuat khawatir dengan kemunculan virus corona varian Omicron. Varian baru yang pertama kali dilaporkan oleh Afrika Selatan pada 25 November 2021.

Omicron diklaim mengandung 50 mutasi yang dapat mempengaruhi tingkat kecepatan penularan virus. Ditambah, Omicron diklaim mampu menghindari antibodi yang terbentuk baik karena vaksin maupun natural akibat infeksi varian sebelumnya.

Hanya dalam waktu singkat, kasus Omicron sudah dilaporkan dari sejumlah negara. Tidak hanya di Afrika namun juga Eropa dan Asia.

Pemerintah Indonesia langsung bereaksi dengan menerapkan sejumlah kebijakan baru. Salah satunya, dengan menutup jalur masuk kedatangan dari sejumlah negara.

 

3 dari 6 halaman

Warga Asing dari 11 Negara Dilarang Masuk

Untuk mencegah masuknya kasus Omicron, Pemerintah memutuskan untuk memperketat aturan perjalanan luar negeri. Warga negara asing dari 11 negara dilarang masuk, sementara WNI diharuskan menjalani karantina.

" Pelarangan masuk untuk WNA yang memiliki riwayat perjalanan selama 14 hari terakhir ke negara-negara berikut, Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Zimbabwe, Lesotho, Mozambique, Eswatini, Malawi, Angola, Zambia dan Hong Kong," ujar Menko Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan.

Larangan ini resmi berlaku pada 29 November 2021. Sementara warga asing maupun WNI dari negara selain 11 negara tersebut tetap diizinkan masuk Indonesia dengan mentaati aturan yang berlaku,

 

4 dari 6 halaman

Masa Karantina Diperpanjang Jadi 7 Hari

Masa karantina menjadi salah satu aturan yang mengalami perubahan. Dengan adanya varian Omicron, Pemerintah memperpanjang masa karantina dari sebelumnya selama 3 hari menjadi 7 hari.

Aturan ini berlaku untuk warga asing dan WNI dari negara-negara selain 11 negara yang sudah ditetapkan Pemerintah.

Sementara jika WNI datang dari 11 negara tersebut, maka diharuskan menjalani karantina selama 14 hari.

 

5 dari 6 halaman

Omicron Sudah Menyebar ke 13 Negara

Varian Omicron ternyata sudah menyebar ke sejumlah negara. Dari laporan yang ada, 13 negara sudah menkonfirmasi kemunculan varian tersebut.

Selain di Afrika, ada beberapa negara Eropa yang melaporkan kemunculan Omicron. Beberapa negara tersebut seperti Jerman, Belgia, Inggris, Israel, Australia.

" Melihat distribusi negara-negara tersebut kita tidak bisa mengesampingkan kemungkinan bahwa varian Omicron ini sudah menyebar ke lebih banyak negara lain," kata Luhut.

 

6 dari 6 halaman

Potensi Besar Omicron Masuk Indonesia dari Hong Kong

Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengungkapkan Hong Kong menjadi risiko terbesar yang dihadapi Indonesia terkait Omicron. Ini mengingat intensitas penerbangan dari Hong Kong ke Indonesia tergolong paling banyak.

" Risiko terbesar ada di Hong Kong," kata Budi.

Selain Hong Kong, potensi Omicron bisa masuk Indonesia dari Italia dan Inggris. Sementara Afrika Selatan sendiri relatif lebih kecil.

" Italia, Inggris, baru Afrika Selatan karena penerbangannya sering ke kita," kata Budi, dikutip dari Liputan6.com.

Beri Komentar