Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Ilustrasi Evakuasi Wanita Pengungsi Afghanistan Yang Hendak Melahirkan Di Pesawat (Foto: Twitter/@AirMobilityCmd)
Dream - Penumpang pesawat militer AS penuh sesak para pengungsi Afghanistan menuju ke pangkalan udara di Jerman. Bersama keluarga masing-masing, mereka berbondong-bondong melarikan diri dari Taliban.
Dilansir Daily Star, seorang wanita Afghanistan dikabarkan melahirkan bayi di sebuah pesawat militer Amerika beberapa saat setelah mendarat di Jerman.
Pengungsi itu terasa akan melahirkan saat pesawat yang ditumpanginya dengan penuh sesak itu hampir mendekati pangkalan udara AS Ramstein di barat daya Jerman.
Kemudian sang pilot diberitahu kondisi wanita tersebut. Lantas ia menerbangkan pesawat di ketinggian yang lebih rendah untuk mendapatkan lebih banyak oksigen.
Awak pesawat pun juga menghubungi tenaga medis di negara tujuan untuk mempersiapkan diri menolong wanita tersebut saat tiba di pangkalan udara.

Segera setelah pesawat berhasil mendarat, petugas medis langsung menuju ke pesawat dan membantu wanita untuk melahirkan bayinya. Akhirnya wanita itu melahirkan bayi perempuan dengan selamat.
Komando Mobilitas Angkatan Udara memuji keputusan pilot untuk menurunkan pesawat agar mendapatkan oksigen yang lebih banyak sebagai penyelamatan nyawa bayi tersebut, karena sang ibu mengalami komplikasi. Komando Mobilitas menggambarkan proses penyelamatan wanita itu berlangsung aman dan lancar.
" Setelah mendarat, Penerbang dari MDG ke-86 naik dan mengantarkan anak itu di ruang kargo pesawat. Bayi perempuan dan ibunya dievakuasi ke fasilitas medis terdekat dan dalam kondisi baik," kata mereka dalam pernyataan tertulis.
Tampak dari gambar, setelah pendaratan pesawat, terlihat wanita yang mau melahirkan itu dievakuasi menggunakan tandu.
Diketahui, Pangkalan Udara Ramstein di Rhineland akan menampung 7.500 pengungsi Afghanistan dari sekitar 17.000 yang dievakuasi oleh AS sejak konflik yang dimulai awal bulan Agustus ini.
Sementara itu, Pemerintah Inggris mengumumkan akan menerima maksimal 20.000 pengungsi Afghanistan dalam beberapa tahun mendatang.
Sedangkan Maskapai penerbangan komersial Amerika sedang menunggu pengumuman dari Pentagon untuk membantu menampung para pengungsi Afghanistan ke pangkalan udara AS.
Pasalnya program Armada Udara Cadangan Sipil Dunkirk yang dimanfaatkan oleh Departemen Pertahanan terakhir kali menampung ribuan orang Amerika yang terdampar di luar negeri saat pandemi virus corona bermula pada Maret 2020.
Sehingga program ini bisa diterapkan kembali untuk menampung para pengungsi Afghanistan yang melarikan diri dari Kabul. Para pengungsi tersebut sangat ketakutan karena telah menyaksikan pertempuran sengit dan kekacauan di hari-hari sebelumnya.
Awal pekan ini, mantan kolonel Angkatan Darat Inggris Richard Kemp memperingatkan tentara Inggris dan pasukan Taliban bisa bermediasi dalam konfrontasi bersenjata dalam waktu dekat.
" Situasi di mana Anda akan melihat pejuang Taliban dan tentara Inggris dalam jarak dekat dalam situasi yang bergejolak seperti itu dapat mengakibatkan semacam insiden yang tidak direncanakan, itu tidak diharapkan tetapi terjadi begitu saja," ujar Richard Kemp.
" Jadi saya pikir terjadi sesuatu yang serius di antara kedua belah pihak. Kesabaran mereka hanya akan bertahan untuk jangka waktu tertentu," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun