Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kedai Batok Kang Zalma, Gratis Makan Setiap Hari Untuk Anak Yatim (Facebook/Kedai Batok Kang Zalma Banyuwangi)
Dream - Anak yatim mendapat kedudukan yang istimewa dalam Islam. Setiap Muslim dianjurkan memperlakukan anak yatim sebaik mungkin sangat terlarang untuk disakiti.
Kesadaran itu tampaknya begitu tertancap dalam diri seorang pengusaha kuliner asal Banyuwangi, Jawa Timur, Sugiarto, 34 tahun. Saking sayangnya Sugiarto pada anak yatim, dia memberikan layanan makan gratis setiap hari bagi anak yatim di kedainya bernama Kedai Batok Kang Zalma.
Layanan makan gratis juga diberikan kepada pelanggan umum. Tetapi, hanya berlaku pada hari Jumat.
" Khusus anak yatim piatu gratis bisa setiap harinya dan untuk pengunjung umum juga gratis pada hari Jumat," ujar Sugiarto.
Sugiarto memiliki maksud tersendiri menggratiskan makan di kedai miliknya yang terletak di Puri Brawijaya Permai Blok Q9 Kebalenan, Banyuwangi. Pria asal Dusun Sambung Rejo, Desa Bayu, Kecamatan Songon ini ingin mengajak orang lain berbagi.
" Karena saya pingin semua orang bisa mencapai sukses dengan memberi, bukan dengan meminta. Jangan pernah jadi beban untuk orang lain, lebih baik orang lain menjadi beban kita," kata dia.
Setiap hari, Kedai Batok tidak pernah absen dikunjungi anak yatim. Mereka berasal dari panti asuhan sekitar Banyuwangi.
" Saya senang jika banyak anak yatim yang datang ke sini, kalau jumlahnya banyak, ya konfirmasi dulu pada kami," ucap Sugiarto.
Bagi Sugiarto, berbagi telah menjadi kebiasaan yang dia lakukan sejak kecil. Dia kerap melibatkan diri dalam sejumlah kegiatan amal untuk kaum dhuafa.
" Pengalaman masa kecil saya menuntut saya untuk selalu berbagi, bukan hanya berbagi materi tapi juga berbagi ilmu," tutur dia.
Meski kini terbilang sukses, Sugiarto tidak menggapainya dengan cara mudah. Dia pernah menjalani pekerjaan sebagai kuli asongan di Bedugul.
Meski pendapatannya kala itu tidak seberapa, Sugiarto selalu menyisihkan sebagian dari penghasilan itu. Dari uang yang terkumpul, dia kemudian memutuskan untuk menjadi wirausaha.
" Awalnya tahun 2012, saya membuka usaha yang bergerak di pengadaan, dan saat ini Alhamdulillah mulai berkembang dengan membuka usaha Kedai Batok Zalma Mandiri," ujar dia.
Dan usaha tersebut menjadi lahan bagi Sugiarto untuk beramal. Dia selalu ingin melihat anak-anak yatim tersenyum.
(Ism, Sumber: banyuwangitimes.com)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya