Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Nara Marsita Rakhmatia, Diplomat Muda Indonesia Di Sidang Majelis Umum PBB (Facebook/FORUM JOGJA)
Dream - Seorang diplomat muda Indonesia membuat takjub para pemimpin dunia yang menghadiri Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Meski masih junior, Nara Marsita Rakhmatia, 33 tahun menjawab telak kritik tentang Papua dari dua Presiden dan tiga Perdana Menteri.
Mengutip postingan laman Facebook FORUM JOGJA, ketiga pemimpin dunia itu adalah Presiden Nauru dan Presiden Kepulauan Marshall serta Perdana Menteri Vanuatu, PM Kepulauan Solomon, PM Tuvalu, dan PM Tonga.
Para pemimpin negara ini menyatakan Indonesia telah melakukan pelanggaran HAM berat di Papua. Untuk itu, mereka mendesak Indonesia untuk memerdekakan Papua. Kritik tersebut disampaikan secara terbuka dalam sidang PBB beberapa waktu lalu.
Tak disangka, Nara yang ditunjuk mewakili Indonesia dalam forum tersebut memberikan jawaban yang membuat mata dunia tertegun. Secara tegas, Nara menyatakan kritik enam pemimpin negara rumpun Melanesia itu bermotif politik.
Menurut Nara, para pemimpin tersebut sengaja menggunakan Sidang Majelis Umum PBB untuk mengalihkan perhatian dunia dari pelbagai masalah dalam negeri mereka masing-masing.
Mewakili Indonesia, Nara juga menyatakan kritik para pemimpin enam negara itu sengaja dibuat untuk mendukung kelompok separatis yang berusaha menciptakan situasi tidak aman. Pernyataan tersebut sangat disesalkan dan berbahaya.
Nara menganggap para pemimpin tersebut telah menyalahgunakan posisi PBB untuk mendukung gerakan yang mengganggu stabilitas keamanan Indonesia.
Dalam sidang kali ini, Indonesia mengutus diplomat juniornya untuk menjajal kemampuan di kancah dunia. Langkah ini termasuk jarang dilakukan oleh negara-negara lain. Bahkan tanggapan yang hanya disampaikan oleh diplomat junior tersebut dianggap sebagai tamparan bagi para pemimpin negara-negara Pasifik tersebut.
Siapa Nara
© Dream
Nara sendiri merupakan lulusan Sekolah Departemen Luar Negeri angkatan 33 tahun 2008. Dia ditugaskan pertama kali di New York.
Wanita lulusan SMA 70 Jakarta itu menempuh jenjang S1 Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia dan lulus pada 2002.
Dia sempat menjadi penelitis di Center for Research on Inter-group Relations and Conflict Resolution (CERIC) dan Center for East Asia Cooperation Studies (CEACS), dua lembaga di bawah naungan UI. Nara lalu mendaftar menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kementerian Luar Negeri (Kemlu).
Nara juga punya sejumlah artikel yang dimuat di beberapa jurnal kebijakan luar negeri. Satu di antara tulisannya adalah artikel berjudul Instrate Conflict Management: The Twin Track Approach, the United Nations and ASEAN in Myanmar, 2010.
Sebelum bertugas di New York, Nara sempat bertugas di Direktorat Kerjasama Antar Kawasan pada Direktorat Jenderal Urusan Asia Pasifik dan Afrika. Spesialiasi Nara ada pada Organisasi Kerjasama Ekonomi Asia psifik APEC dan sempat menjabat sebagai Head of Section for The Budget and Management Committee APEC.
Saat ini, Nara tengah menempuh jenjang pendidikan magister di Universitas St Andrews, Inggris.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya