Sepucuk Surat MSCI Bikin Rontok Bursa Saham RI
Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli
Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest
3 Tanda Tubuh Cukup Serat Tanpa Harus Menghitung Setiap Gram
Kenapa Orang Tua Selalu Bilang Anak Zaman Sekarang Makin Buruk? Ini Kata Penelitian
Burnout Orang Tua Bisa Memicu Pengasuhan yang Keras, Kenali Tanda-Tandanya Sejak Dini
Tandyo Budi Revita: Petarung dari Pajang di Pucuk TNI AD
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Ilustrasi (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Setiap Muslim dianjurkan untuk bersedekah kepada sesamanya. Tidak terkecuali kepada para pengemis yang ada di jalanan.
Sayangnya, terkadang timbul perasaan dilematis dalam diri kita ketika memberikan sedekah kepada pengemis. Ini lantaran pengemis tersebut tampak masih sehat dan kuat.
Tidak jarang juga kita menjumpai orang yang berpura-pura menjadi pengemis. Alhasil, ada perasaan tidak ikhlas pada diri kita.
Lantas, bagaimana mengatasi persoalan ini?
Dikutip dari Rumah Fiqih Indonesia, Ustaz Ahmad Sarwat Lc., menjelaskan perasaan dilematis bersedekah kepada pengemis masih sehat banyak dialami umat Islam. Di satu sisi, kita ingin membantu mereka yang kurang beruntung namun di sisi lain rupanya pengemis itu adalah bagian dari kelompok yang terorganisir.
Dalam artian, mereka mengemis bukan karena ketidakmampuan dalam bekerja. Sebenarnya, kita sendiri tahu mereka tidak layak dibantu.
Meski demikian, umat Islam juga tidak dibolehkan menolak orang yang meminta-minta. Apalagi jika kita tidak benar-benar tahu si pengemis memang berhak mendapat sedekah atau tidak.
Larangan menolak orang yang meminta-minta tercantum dalam Surat Adz Dzariyat ayat 19.
" Dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta-minta dan orang miskin yang tidak mendapatkan bagian."
Ayat ini secara tegas menyatakan orang yang meminta-minta memang punya hak atas sebagian harta kta. Sehingga pengemis meskipun sehat, tetap tergolong peminta-minta.
Bahkan dalam Surat Ad Dhuha ayat 10, Allah secara tegas melarang kita menghardik orang yang meminta-minta.
" Adapun orang yang meminta-minta, maka janganlah kamu menghardiknya."
Menghadapi masalah ini, ada cara yang bisa ditempuh. Yaitu dengan tetap bersedekah namun cukup ala kadarnya, sekadar menggugurkan kewajiban.
Meski begitu, akan sangat baik jika menyalurkan sedekah kepada badan amil yang resmi dan terpercaya. Karena lembaga seperti ini memang didirikan untuk mengelola sedekah secara profesional sehingga niat kita tersampaikan.
Advertisement

Diagnosis ADHD dan Autisme Meningkat Tajam, Studi Besar Ungkap Perubahan Siapa yang Terdiagnosis

Kuku Tiba-Tiba Memerah? Perubahan Kecil Ini Bisa Jadi Tanda Penyakit Tersembunyi

Orang Tua Baru Rentan Burnout, Riset Menunjukkan Kerja Sama Pasangan Bisa Jadi Penangkalnya

Megalodon Pernah Jadi Raja Lautan, Mengapa Predator Raksasa Ini Akhirnya Punah?


Bisakah Menunda Menopause hingga Usia 60 Tahun? Ini Kata Para Ahli

Seberapa Dalam Lautan Bumi? Titik Terdalamnya Bisa Menenggelamkan Gunung Everest