Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Marwa Balkar (Facebook - Marwa Balkar)
Dream - Beberapa waktu lalu, kandidat calon presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan pernyataan kontroversial. Setelah serangan berdarah di Paris, peserta konvensi calon presiden Partai Republik itu ingin memberi identitas berupa lambang khusus kepada kaum muslim.
Tak hanya itu, Trump juga berencana mengawasi secara ketat masjid-masjid yang digunakan sebagai tempat ibadah oleh umat muslim Amerika Serikat. Dia menyebut akan menjalankan kebijakan yang selama ini belum pernah diterapkan untuk umat muslim.
Pernyataan itu langsung mendapat beragam reaksi. Banyak pihak menentang rencana Trump. Salah satunya datang dari Marwa Balkar. Muslimah berusia 22 tahun asal Corona, California, ini menulis surat untuk Trump melalui akun Facebook.
“ Saya mendengar Anda ingin kami mengenakan lencana pengenal, jadi saya memutuskan untuk memilih satu untuk diriku sendiri,” demikian tulis Marwa, sebagaimana dikutip Dream Rabu, 25 November 2015.
Marwa menambahkan, selama ini dirinya tak mudah dikenali sebagai seorang muslim, dengan hanya melihat penampilan saja. Sehingga, identitas khusus yang direncanakan Trump itu akan membuatnya terlihat sebagai muslim.
“ Sehingga lencana itu akan membuat saya dengan bangga bisa menunjukkan siapa identitas saya,” tulis Marwa, menyindir Trump. “ Saya memilih tanda perdamaian sebab ini mewakili Islam saya,” tambah dia.
Bagi Marwa, Islam telah mengajarkan dirinya untuk menentang ketidakadilan dan merindukan persatuan. “ Agama yang mengajarkan saya bahwa membunuh satu nyawa tak berdosa setara dengan membunuh umat manusia.”
Marwa juga menyinggung rencana pengawasan yang akan dilakukan Trump. Dia mempersilakan Trum datang ke sekolah tempatnya belajar. Du dan ke masjid tempatnya beribadah. Marwa mempersilakan Trump mengikuti segala aktivitasnya sehari-hari. Apapun itu.
“ Anda juga dapat melihat bagaimana masjid lokal saya membuat sandwich untuk tunawisma dan menjadi tuan rumah makan malam bersama antar umat beragama, dimana semua orang dipersilakan datang,” tulis Marwa.
Di akhir pesan itu, Marwa menulis bahwa menjadi muslim tidak mengurangi rasa kebangsaannya terhadap Amerika Serikat. Bahkan, tulis dia, mungkin kebangsaananya jauh lebih besar ketimbang yang dimiliki Trump.
“ Anda dapat mengerti bahwa rasa kemanusiaan saya tak kurang daripada yang Anda miliki. Assalamualaikum,” tulis Marwa pada pesan itu.
Pesan itu dengan cepat menjadi viral di media sosial. Pesan ini mendapat dukungan dari pengguna Facebook. Sejak diunggah pada 20 November silam, pesan itu sudah dibagikan 113.525 kali, mendapat komentar dari 934 pengguna Facebook, dan memperoleh 280.514 like.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya