Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Ada Bukti DPR Tak Pernah Bahas Pasal 18 Ayat 3 PKPU
Dua Survei, Dua Wajah Kepuasan pada Pemerintah
Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya
AXIS Nation Cup 2026 Hadirkan Grand Final Futsal Pelajar, Laga Para Juara dengan Panggung Musik di Istora Senayan
Muslimah Berdoa Di Tepi Danau (Foto: Shutterstock.com)
Dream - Dalam beberapa hari ke depan, Ramadan hadir menyapa kita. Tentu, kita patut menyambutnya dengan penuh kegembiraan.
Saat menjalani bulan Sya'ban, umat Islam dianjurkan untuk melakukan sejumlah amal, salah satunya memperbanyak sholawat. Sebab, Sya'ban sendiri dikenal sebagai bulan Rasulullah SAW.
Sementara menyambut Ramadan, kita dianjurkan untuk bertobat dan meninggalkan perbuatan dosa. Hal ini seperti diterangkan Syeikh Abdul Qadir Al Jailani dalam kitab Al Ghuniyah.
" Rasulullah bersabda, 'Siapa saja yang bersholawat sekali untukku, maka Allah akan bersholawat untuknya sepuluh kali.' Oleh karena itu, seorang Mukmin yang pandai tidak abai pada bulan ini (Sya'ban). Bahkan ia harus mempersiapkan diri pada bulan ini untuk menyambut bulan Ramadan dengan bersuci dari dosa dan bertobat atas kebaikan yang luput pada hari-hari yang lewat. Ia seyogianya tunduk kepada Allah di bulan Sya'ban dan bertawasul melalui Rasulullah, pemilik bulan Sya’ban sehingga ia dapat memperbaiki kerusakan batinnya dan mengobati sakit secara rohani tanpa menunda dan menangguhkan sampai besok."
Menurut Syeikh Abdul Qadir Al Jailani, pertobatan harus dilakukan sesegera mungkin, tidak boleh ditunda-tunda. Waktu yang ada harus diisi dengan berbagai kebaikan.
Di samping itu, tidak ada yang tahu apa yang akan terjadi dalam beberapa waktu ke depan. Juga tidak ada yang bisa menjamin kita tetap hidup esok hari atau tidak.
" Hari-hari hanya tiga. Kemarin adalah waktu yang sudah selesai. Hari ini adalah waktu beramal. Esok adalah angan-angan. Kau tidak tahu apakah kau akan mengalami esok hari atau tidak? Kemarin adalah nasihat. Hari ini adalah ghanimah (amal kebaikan). Besok adalah pertaruhan."
(ism)
Advertisement
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Dua Petani Indonesia Masuk Daftar 100 Pahlawan Perempuan FAO


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia


4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele