Tata Cara Sholat Istikharah Menurut Sunnah, Lengkap Dengan Niat, Bacaan, dan Doa

Reporter : Sugiono
Kamis, 15 November 2018 09:01
Tata Cara Sholat Istikharah Menurut Sunnah, Lengkap Dengan Niat, Bacaan, dan Doa
Kita perlu mengetahui tata cara shalat istikharah menurut sunnah, lengkap dengan niat, bacaan dan doanya. Termasuk tata cara shalat istikharah memilih jodoh, pekerjaan, sekolah, dan sebagainya.

Dream - Saat dihadapkan pada beberapa pilihan, umat Islam dianjurkan untuk meminta petunjuk kepada Allah melalui sholat istikharah.

Sholat istikharah adalah sholat sunnah yang dikerjakan ketika seseorang berhadapan dengan dua pilihan yang berat dan mendesak.

Dengan sholat istikharah, kita akan mampu membuat pilihan yang benar dan terbaik menurut petunjuk Allah.

Panduan cara memilih yang syar'i ini merupakan wujud kasih sayang Allah kepada manusia yang cenderung penuh keraguan.

Tata cara sholat istikharah perlu dipelajari karena sholat sunnah ini akan memudahkan umat dalam menentukan pilihan yang sulit dan membingungkan.

Banyak hal yang mendasari orang mempelajari tata cara sholat istikharah. Salah satunya yang paling terkenal adalah tata cara sholat istikharah memilih jodoh.

Selain itu ada juga yang ingin mempelajari tata cara sholat istikharah minta petunjuk dan memilih pekerjaan.

Tidak sedikit juga yang belajar tata cara sholat istikharah memilih sekolah, jurusan kuliah. dan sebagainya.

Sayangnya, tidak semua umat Islam memahami dan mengetahui tata cara sholat istikharah menurut sunnah.

Tentang tata cara sholat istikharah menurut sunnah sebenarnya sudah diajarkan langsung oleh Rasulullah Muhammad SAW secara gamblang.

Dirangkum dari berbagai sumber, berikut adalah tata cara sholat istikharah menurut sunnah, lengkap dengan niat, bacaan dan doanya.

 Keistimewaan Shalat Dhuha

Tata cara sholat istikharah menurut sunnah, lengkap dengan niat, bacaan & doanya

Dalil sholat istikharah

sholat istikharah adalah sholat sunnah berjumlah 2 rakaat yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW untuk menentukan pilihan yang mendesak.

Sebelumnya, masyarakat jahiliyah melakukan istikharah (menentukan pilihan) dengan menggunakan azlam (undian).

Namun Allah melarang cara tersebut dan menggantinya dengan sholat istikharah setelah mengangkat Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah.

Mengenai dalil sholat istikharah, hadits Shahih Bukhari menjelaskan:

Dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu‘anhuma, ia berkata bahwa Rasulullah SAW mengajarkan kami cara mengerjakan sholat istikharah dalam segala urusan, sebagaimana beliau mengajarkan kami Surat Alquran.

Rasulullah bersabda: " Jika salah seorang di antara kalian hendak melakukan sesuatu, hendaklah terlebih dahulu mengerjakan sholat dua rakaat selain sholat fardlu..."  (HR. Ahmad, Al-Bukhari, Ibn Hibban, Al-Baihaqi dan yang lainnya)

Waktu sholat istikharah

Waktu sholat istikharah mengikuti waktu dari sholat sunnah yang telah dikerjakan. Artinya, sholat istikharah tidak memiliki batasan tertentu untuk waktu pelaksanaannya.

Namun, jika dikerjakan berdiri sendiri dengan niat khusus sholat istikharah, maka sebaiknya tidak melaksanakannya pada waktu-waktu di mana sholat sunnah dilarang untuk dikerjakan.

Meski demikian ada anjuran untuk melaksanakannya di waktu sepertiga malam, bersamaan dengan pelaksanaan sholat tahajud.

Dalam hadits dikatakan jika jumlah rakaat dalam sholat istikharah adalah 2 rakaat. Adapun 2 rakaat tersebut bisa berdiri sendiri dengan niat khusus sholat istikharah, atau digabung dengan niat yang lain seperti sholat sunnah rawatib.

 Larangan Shalat dan Puasa Bagi Wanita Haid Bikin Sehat

Niat sholat istikharah

Jika ingin sholat istikharah terasa mantap, niat boleh diucapkan. Niat sholat istikharah adalah sebagai berikut:

USSHOLLI SUNNATAN ISTIKHOROTI RAK’ATAINI LILLAHI TA’ALA

Artinya: Saya berniat sholat sunnah istikharah dua rakaat karena Allah Ta’ala

Namun, niat itu sebenarnya tempatnya ada di dalam hati, jadi tidak perlu diucapkan. Menghadirkan niat sholat istikharah di hati harus disertai dengan rasa pengharapan dan menyerahkan atas segala urusan hanya kepada Allah semata.

1 dari 2 halaman

Tata cara sholat istikharah

 Keistimewaan Sholat As'har

Fiqih Sunnah karya Sayyid Sabiq menjelaskan, sholat istikharah boleh berupa sholat sunnah apa saja. Baik sholat sunnah rawatib, sholat sunnah tahiyatul masjid, maupun sholat sunnah lainnya.

Jadi, setelah menjalankan sholat sunnah dua rakaat, membaca doa istikharah yang telah diajarkan Rasulullah SAW sambil menyebutkan keinginan.

Sayyid Sabiq juga tidak menyebutkan adanya bacaan surat khusus dalam tata cara sholat istikharah ini. Jadi, dalam tata cara sholat istikharah ini, setelah membaca surat Al Fatihah, boleh membaca surat apa saja.

Sementara Syaikh Wahbah az Zuhaili dalam Fiqih Islam wa Adillatuhu memiliki pendapat lain soal tata cara sholat istikharah.

Menurut Syaikh Wahbah disunnahkan membaca surat Al Kafirun setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat pertama.

Setelah itu membaca surat Al Ikhlas setelah membaca surat Al Fatihah pada rakaat kedua.

Berikut ini tata cara sholat istikharah jika dilakukan secara berdiri sendiri dengan niat khusus sholat istikharah:

  • Niat
  • Takbiratul ihram, diikuti dengan doa iftitah
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Kafirun
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Berdiri lagi untuk menunaikan rakaat kedua
  • Membaca surat Al Fatihah
  • Membaca surat dari Alquran, diutamakan Surat Al Ikhlas
  • Ruku’ dengan tuma’ninah
  • I’tidal dengan tuma’ninah
  • Sujud dengan tuma’ninah
  • Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah
  • Sujud kedua dengan tuma’ninah
  • Tahiyat akhir dengan tuma’ninah
  • Salam

Setelah itu, membaca doa istikharah seperti yang telah diajarkan oleh Rasulullah SAW.

2 dari 2 halaman

Doa shalat istikharah

Setelah menjalankan sholat sunnah dua rakaat atau sholat istikharah yang diakhiri salam, lafalkan doa istikharah seperti yang diajarkan Rasulullah SAW berikut ini:

“ Allahumma inni astakhiruka bi ‘ilmika, wa astaqdiruka bi qudratika, wa as-aluka min fadhlika, fa innaka taqdiru wa laa aqdiru, wa ta’lamu wa laa a’lamu, wa anta ‘allaamul ghuyub.

Allahumma fa-in kunta ta’lamu hadzal amro (menyebutkan persoalannya) khoiron lii fii ‘aajili amrii wa aajilih (aw fii diinii wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii) faqdur lii, wa yassirhu lii, tsumma baarik lii fiihi.

Allahumma in kunta ta’lamu annahu syarrun lii fii diini wa ma’aasyi wa ‘aqibati amrii (fii ‘aajili amri wa aajilih) fash-rifnii ‘anhu, waqdur liil khoiro haitsu kaana tsumma rodh-dhinii bih.”

Artinya:

" Ya Allah, sesungguhnya, aku memohon kebaikan kepada-Mu dengan ilmu-Mu, aku memohon kemampuan kepada-Mu dengan kekuasaan-Mu dan aku memohon kepada-Mu dari anugerah-Mu yang Agung. Sesungguhnya, Engkau Mahakuasa sedang aku tidak kuasa, Engkau Mahatahu sedang aku tidak mengetahui, Engkaulah Dzat yang Maha Mengetahui perkara yang gaib.

Ya Allah, apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini (menyebutkan persoalannya) adalah baik bagiku dalam agamaku, kehidupanku, dan akhir urusanku, maka tentukanlah untukku, mudahkanlah jalannya dan berkahilah aku di dalamnya.

Dan apabila Engkau mengetahui bahwa urusan ini adalah buruk bagiku dalam agamaku, kehidupanku dan akhir urusanku, maka jauhkanlah ia dariku dan jauhkanlah diriku darinya, tentukanlah untukku apapun yang terbaik, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya."

Bagaimana mengetahui bahwa setelah menjalankan sholat istikharah kita dibimbing memilih A atau B? Tidak seperti dugaan sebagian orang bahwa jawaban sholat istikharah dikirim Allah dalam bentuk mimpi.

Sesungguhnya hasil istikharah itu ada dalam kemantapan hati kita sendiri. Hati kita akan lebih condong ke pilihan yang terasa lebih baik untuk kita.

Hati kita akan merasa mantap untuk memilihnya, itulah hasil sholat istikharah kita. Jadi, tidak harus berupa mimpi.

Karena itu, kita harus selalu ridha dengan pilihan yang akan ditunjukkan Allah, meski itu tidak sesuai harapan.

Dalam doa sholat istikharah, Rasulullah SAW mengajarkan dengan menyatakan 'kemudian jadikanlah aku ridha dengannya'. Maksudnya adalah kita ridha dengan pilihan-Mu ya Allah, meskipun tidak sesuai keinginanku. (ism, Dirangkum dari berbagai sumber) 

Beri Komentar
Catat! Tips Tampil dengan Makeup Bold Ala Tasya Farasya-