Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Supanggih Mengucap Syahadat (nu.or.id)
Dream - Wajah toleran yang ditunjukkan Nahdlatul Ulama (NU) rupanya membuat Supanggih tertarik mempelajari Islam. Pemuda 23 tahun asal Banyumas itu terkesan, hingga mantap memutuskan masuk Islam.
" Saya tertarik untuk mendalami Islam dengan pertimbangan yang matang, mengamati serta belajar dari berbagai pihak," kata Supanggih, sebagaimana dikutip Dream dari laman nu.or.id, Senin 1 Februari 2016.
Supanggih mengucap Syahadat pada pembukaan Diklat Terpadu Dasar (DTD) Satkoryon Kembaran, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, pada Sabtu 30 Januari 2016. Pengucapan dua kalimat syahadat Supanggih dibimbing Ketua Majelis Ulama Indonesa yang juga Rais Syuriyah PCNU Banyumas, KH Chariri Shofa.
Dan Syahadat yang diucapkan Supanggih itu disaksikan 330 peserta DTD, Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor, PC Banyumas dan Satkornas, Satkorcab. Supanggih mengaku sengaja memilih bergabung sama Ansor karena organisasi tersbut toleran dalam kehidupan berbangsa dan bermasyarakat.
" Apalagi melihat ketika NU dan Banser ada kegiatan, betapa enaknya mendengarkan lantunan ayat suci Al-Qur'an serta selawat Nabi. Alhamdulillah hati saya mendapatkan petunjuk dan hidayah dari Allah SWT untuk memeluk Islam. Saya ingin belajar lebih banyak tentang toleransi dan Aswaja dengan menjadi Banser," kata Supanggih.
Setelah mengucap Syahdat, Supanggih juga secara resmi bergabung dengan GP Ansor. " Sebagai mualaf, Supanggih merasa mantap bergabung dengan Ansor Banser dengan prrtimbangan yang matang yang telah diamati dan dipelajari dua tahun belakangan ini," ungkap Zen Rohmatulloh, Ketua PAC GP Ansor Kembaran.
Sementara, pengurus Satkornas Banser, Faizin Marya, mengatakan, Supanggih ingin menjadi bagian dari keluarga besar Aswaja dan Banser Indonesia. " Ini bisa memacu semangat sahabat yang lain dalam brrkhidmah di organisasi serta NKRI," harap Faizin.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya