Raditya Dika (Foto : Kapanlagi.com)
Dream - Kesuksesan Raditya Dika tak dapat diragukan lagi. Banyak buku karyanya best seller dan diangkat ke layar lebar. Namun, siapa sangka, awal mula Radit menulis keresahannya melalui buku harian alias diary.
" Gua dari kelas empat SD (Sekolah Dasar) itu nulis diary, dan setiap pulang sekolah, tukeran diary sama teman sebangku namanya Ridam," ujar Radit disambut gelak tawa penonton saat penjadi pembicara XYZ Day 2018, The Hall Senayan City Jakarta, Rabu 24 April 2018.

Dalam diary itu, Radit biasa menceritakan kesehariannya. Mulai dari ketika ulangan, proses mencontek dan sebagainya.
" Gara-gara itu suka menulis kegelisahan gue, Ridam teman gue baca itu ketawa," ucap dia.
Karena cerita-ceritanya dianggap lucu oleh teman-temannya, Radit lebih sering menulis keresahan yang dibumbui dengan unsur komedi. Kebiasaan Radit menulis diary masih berlanjut hingga duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP).
" Komedi adalah tragedi yang diberi waktu sedikit," kata produser Film `Single` itu. (ism)
Advertisement

Hedonic Treadmill: Mengapa Kebahagiaan Terasa Cepat Berlalu?

Mengapa Wadah Plastik Menyimpan Bau dan Noda, tetapi Kaca Tidak?

Orang yang Menguasai Banyak Bahasa Diduga Memiliki Otak hingga 13 Tahun Lebih Muda

Ukuran Betis Ternyata Bisa Mengungkap Kondisi Kesehatan Pria, Ini Penjelasan Ilmiahnya

Gus Kikin Resmi Berkantor di PBNU, Kemaslahatan Umat Jadi Prioritas Utama

Generasi Indonesia Bertutur: Indonesia Menghadapi Disrupsi dari Segala Arah

Penggemar Musik Metal Ternyata Bisa Menahan Rasa Sakit Lebih Lama, Ini Penjelasannya