Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Ilustrasi/Shutterstock
Dream - Al Quran adalah kitab suci umat Muslim yang digunakan sebagai pedoman untuk menjalani hidup serta mengetahui segala perintah Allah SWT dan Rasulullah SAW. Diyakini tak ada sedikitpun keraguan akan kebenaran pa yang tertulis di dalamnya.
Meski semua pihak meyakini wahyu pertama turun berupa surat Iqra, namun kapan peristiwa turunnya Alquran yang dikenal sebagai Nuzulul Quran masih banyak yang berbeda pendapat.
Seperti diterangkan Al Zarkasyi dalam kitab Al Burhan fi Ulum Alquran.
Pendapat pertama menyebut Al Quran turun dalam jumlah dan bentuk utuh ke langit dunia di malam lailatul qadar. Dari langit dunia atau sama' ad dunya, Al Quran diturunkan ke bumi secara bertahap antara 20 atau 23 atau 25 tahun.
Pendapat ini paling banyak dipegang ulama dan cukup banyak hadis shahih.

Pendapat kedua meyakini Al Quran diturunkan ke langit dunia selama 20 lailatul qadar. Berarti Al Quran turun selama 20 tahun karena lailatul qadar hanya terjadi sekali dalam setahun.
Pendapat ini digagas Al Muqatil dan Abu Abdillah Al Halimi dalam kitab Minhaj. Al Mawardi dalam Tafsir Al Mawardi juga menjelaskan pendapat serupa.
Sedangkan pendapat ketiga menyatakan Al Quran turun pertama kali saat lailatul qadar. Selanjutnya, Alquran diturunkan dalam waktu yang berbeda-beda.
Sementara proses penurunannya terjadi melalui komunikasi antara Malaikat Jibril dengan Rasulullah SAW. Terkait bentuk komunikasinya, para ulama memunculkan dua kemungkinan.

Kemungkinan pertama, Jibril beralih lupa menjadi manusia. Kemungkinan kedua, Jibril menemui Rasulullah dalam bentuk aslinya.
Terkait bagaimana Al Quran disampaikan Jibril kepada Rasulullah, terdapat tiga pendapat mengenai hal ini.
Pertama, Jibril menghafal Alquran di lauhul mahfuz baik kata dan maknanya, lalu dibacakan ulang kepada Rasulullah.
Kedua, Alquran dibacakan Jibril kepada Rasulullah menggunakan makna khusus. Kemudian, Rasulullah menerjemahkannya dalam Bahasa Arab.
Ketiga, Jibril hanya menyampaikan 'makna' Alquran. Agar dipahami, Rasulullah mengemasnya dalam Bahasa Arab.
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan