Pertumbuhan Perokok Shisha Di Arab Saudi Sangatlah Mengkhawatirkan
Dream - Gaya hidup masyarakat Timur Tengah khususnya Arab Saudi menghisap shisha secara bersama-sama di cafe atau rumah makan dapat memperburuk penyebaran virus MERS.
Sultan Ayoub Meo, profesor dan juga konsultan di King Khalid University Hospital, mengatakan perokok shisha memiliki risiko tinggi terhadap penularan penyakit pernafasan yang mematikan ini kepada teman-teman dan kerabat mereka.
" Perokok biasanya memakan waktu sampai 8-12 tiupan dan menghirup 0,5 sampai 0,6 liter asap. Sedangkan perokok shisha lebih panjang dari itu, bisa melakukan hingga 200 hisapan, menghirup 0,15 sampai 1 liter asap," kata Meo yang saat ini mengawasi sebuah proyek penelitian tentang bahaya merokok shisha.
Selama sesi panjang merokok shisa, lanjut Meo, mereka berbagi pipa sedot yang sama, kemungkinan mengandung air liur yang terinfeksi. Ia menambahkan, merokok shisha per sesinya berlangsung selama 30-60 menit. Durasi itu dinilai cukup untuk menularkan virus.
" Polusi udara dalam ruangan dan kemungkinan pertukaran air liur di pipa air yang sama, membuat perokok shisha lebih rentan untuk terinfeksi," katanya menegaskan.
Menurut Meo, pertumbuhan perokok shisha di Arab Saudi sangatlah mengkhawatirkan. Gaya hidup tidak sehat ini rupanya tak anya dilakukan orang dewasa saja, melainkan anak-anak dan remaja belia. Tak cuma pria, wanita juga gemar merokok shisha.
Dia mengatakan sudah sepatutnya pemerintah Saudi melarang warganya merokok shisha. " Ini dapat membantu dalam meminimalkan kejadian dan penyebaran penyakit pernafasan yang mematikan" .
(Sumber: Arab News)
Advertisement

Es Batu atau Air Es, Mana yang Lebih Cepat Mendinginkan Minuman? Jawabannya Ternyata Mengejutkan


Mengapa Mencetak Uang Lebih Banyak Tidak Bisa Membuat Negara Lebih Kaya?


Oli Palsu Marak, QTRUST Hadirkan SeQure untuk Cek Keaslian Produk

3,3 Juta Lansia Terdampak Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau, Ini yang Terjadi Saat Masuk ke Tubuh

Duduk Terlalu Lama Bisa Tingkatkan Risiko Kematian akibat Kanker, Ini Temuan Penelitiannya