Politisi Ini Ceraikan Istri Cantiknya Lewat SMS

Reporter : Sandy Mahaputra
Kamis, 12 November 2015 08:45
Politisi Ini Ceraikan Istri Cantiknya Lewat SMS
Hal ini menimbulkan berbagai spekulasi tentang alasan di balik perceraian mereka di media lokal maupun internasional. Ada upaya pembunuhan?

Dream - Bekas pemain kriket yang kini mencalonkan diri menjadi Presiden Pakistan, Imran Khan, dilaporkan telah menceraikan isterinya, Reham, melalui pesan singkat (SMS).

Politisi itu dilaporkan menceraikan sang istri padahal usia pernikahan mereka baru berjalan selama 10 bulan.

Tak pelak, pernikahan singkat ini memicu berbagai spekulasi tentang alasan di balik perceraian mereka di media lokal maupun internasional.

Selain karena marah besar atas tindakan Reham yang melarang anjingnya tidur di kamar tidur mereka, alasan Imran menceraikan istrinya itu juga karena ada upaya melengserkan dirinya dari Ketua Partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI).

Meskipun kedua pihak bersikeras berpisah secara damai di Pakistan, laporan menunjukkan sebaliknya.

Wartawan Arif Nizami, yang pertama kali mengabarkan tentang pernikahan dan perceraian Imran, mengutip sumber-sumber intelijen mengungkapkan telah ada upaya pembunuhan dengan racun terhadap politikus 62 tahun itu.

" Badan-badan intelijen menyampaikan kepada Imran melalui teman-teman dekatnya bahwa niat Reham itu tidak benar. Dikhawatirkan dia bisa meracuni Imran untuk mengambil alih partainya," kata Nizami kepada Pakistan's News 24.

Wartawan itu mengatakan Reham telah membuat kehidupan Imran seperti neraka. Menurut Nizami, pasangan ini sering terlibat perkelahian.

Nizami mengatakan kepada saluran itu bahwa keduanya bertengkar hebat dua hari sebelum perceraian diumumkan. Reham terlalu mengatur Imran, termasuk mengajarinya bagaimana menjalankan partai.

Dia mengatakan Reham kemudian dikirim ke London dengan dalih menghadiri konferensi.

Namun, seperti diketahui, Imran mengirimkan pesan teks kepada istrinya dengan kata 'talaq' sebanyak tiga kali, yang diikuti dengan sebuah email singkat.

Reham, yang menerima pesan tersebut saat dirinya baru mendarat dari pesawat yang membawanya dari Pakistan ke Birmingham, diyakini juga telah menerima telepon konfirmasi dari staf suaminya.

Wartawan lain Shahid Masood mengungkapkan bahwa jejak racun tikus ditemukan dalam tubuh Imran ketika ia jatuh sakit dan dirawat di rumah sakit setelah makan manisan.

Imran dan Reham bertemu pada 2012 ketika wanita berusia 42 tahun tersebut mewawancarai Imran untuk sebuah acara TV Pakistan. Mereka menikah pada Januari lalu dalam sebuah upacara sederhana di rumah Imran di Islamabad.

Daily Mail melaporkan dalam pernikahan mereka, Reham disebutkan sangat mengatur dan mengambil alih rumah megah milik Imran, Istana Bani Gala. Reham juga dilaporkan memberitahu rekan-rekannya bahwa pekerja di rumah itu kurang berdisiplin dan susah diatur.

Para saudara perempuan Imran, yang tentu saja menganggap Reham sebagai istri yang tidak pantas, menolak berkunjung ke Bani Gala selama ipar mereka itu berada di sana.

Selain itu, Reham juga telah dituduh mengambil uang dari para pemimpin PTI untuk membiayai sebuah film yang dibuatnya. Aleem Khan, yang kalah dalam pemilihan penting awal bulan ini dari Lahore, adalah salah satu kehilangan uangnya.

Perdebatan tak berujung tentang alasan perceraian mereka berlanjut pada saluran berita, lengkap dengan komentar para ahli. Seolah-olah perceraian tersebut bisa berakibat pada keadaan ekonomi, hubungan luar negeri atau kehidupan jutaan warga Pakistan.

Sementara itu, pada hari Sabtu kemarin, Reham mengatakan di Twitter bahwa dia telah menandatangani surat cerai, dengan menambahkan laporan penyiksaan secara fisik adalah tidak berdasar dan bodoh.

(Sumber: Emirates 24/7)

Beri Komentar