Ilustrasi (Foto: Shutterstock)
Dream - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 melaporkan adanya penambahan kasus virus Corona di Indonesia. Penambahan terjadi pada angka positif, sembuh, maupun meninggal dunia.
Per data hari ini, Minggu 16 Mei 2021, sebanyak 3.080 orang dinyatakan positif Covid-19. Dengan begitu, total ada 1.739.750 orang terkonfirmasi positif terinfeksi virus corona.
Untuk kasus sembuh pada hari ini bertambah 3.790 orang. Angka akumulatifnya terdapat 1.600.857 orang sudah sembuh dari Covid-19.
Sementara itu, kasus meninggal dunia ada penambahan 126 orang pada hari ini. Sehingga total akumulatif sampai saat ini ada 48.093 pasien yang meninggal dunia di Indonesia akibat virus Corona yang menyebabkan Covid-19.
Data update pasien Covid-19 ini tercatat sejak pukul 12.00 WIB pada Sabtu, 15 Mei 2021 hingga hari ini di jam yang sama.
Kabar baik hari ini, ada 7 provinsi yang tidak melaporkan penambahan kasus sama sekali. Ketujuh provinsi itu yakni Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Utara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat, Maluku, dan Papua. Selain itu ada 2 provinsi yang melaporkan penambahan 1 kasus saja yakni Maluku Utara dan Kalimantan Utara.
Jumlah kasus hari ini didapatkan dari 37.473 spesimen. Pemeriksaan spesimen tersebut dilakukan dengan menggunakan metode polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Dream - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengumumkan virus corona mutasi baru yang muncul di India dan Afrika Selatan sudah masuk ke Indonesia. Kedua kasus tersebut terdeteksi di Bali dan Jakarta.
" Sudah ada mutasi baru yang masuk yaitu mutasi dari India, ada dua insiden yang sudah kita lihat, dua-duanya di Jakarta dan satu insiden untuk mutasi dari Afrika Selatan yang masuk, itu yang ada di Bali," ujar Budi dalam konferensi pers disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Sebelumnya, varian baru dari Inggris sudah masuk Indonesia dan ditemukan pada 13 kasus. Sedangkan saat ini mutasi dari India ditemukan pada dua kasus dan dari Afsel satu kasus.
Menurut Budi, dua varian baru virus corona ini masuk kategori yang sangat diperhatikan WHO. Sebab, keduanya memiliki kemampuan menular relatif lebih tinggi.
" Ini harus kita jaga mumpung masih sedikit karena mereka pasti akan segera menyebar karena penularannya relatif lebih tinggi daripada yang lain," kata Budi.
Untuk mencegah meluasnya penularan, Budi meminta agar upaya testing, tracing, dan treatment dilakukan secara disiplin. Juga mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan.
" Apapun virusnya, apapun mutasinya, kalau kita disiplin protokol kesehatannya, memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, insya Allah harusnya penularan tidak terjadi," kata dia.
Dream - Pandemi Covid-19 mengalami lonjakan tajam secara global. Sementara saat ini India menjadi negara yang 'memimpin' infeksi global dengan kasus harian yang begitu besar dan mengkhawatirkan dalam sepekan terakhir.
Jumlah kasus Covid-19 global kini mencapai 152 juta, dengan angka kematian mendekati 3,2 juta. Banyak negara tengah bergulat dengan gelombang penularan varian baru virus corona yang lebih cepat menular, sementara peluncuran vaksin mengalami pelambatan.
Kondisi ini semakin mengkhawatirkan karena semakin banyak terjadi pengabaian terhadap kebijakan pembatasan yang diterapkan banyak negara. Masyarakat lelah dengan pembatasan dan seringnya peraturan berubah.
Di India, kasus harian Covid-19 sempat turun pada Minggu, 2 Mei 2021 ke level 392.488. Penurunan ini terjadi setelah sehari sebelumnya India mencatat rekor global dengan kasus harian tertinggi di dunia mencapai lebih dari 400 ribu.
Angka kematian juga melonjak tinggi ke level 3.689 kasus. Hal ini menyusul sistem perawatan kesehatan yang sudah kewalahan berjuang menyediakan tempat tidur, oksigen, dan berbagai persediaan medis.
Ibu Kota India, New Delhi, menjadi daerah dengan dampak paling parah. Situasi ini memaksa otoritas setempat memberlakukan perpanjangan lockdown pada Sabtu lalu.
Infeksi virus korona global terus meningkat tajam, dipimpin oleh wabah terburuk di dunia di India, yang telah membukukan rekor baru yang mengkhawatirkan dalam kasus baru hampir setiap hari selama seminggu terakhir.
Jumlah total kasus Covid-19 di seluruh dunia mencapai lebih dari 152 juta, dan kematian hampir 3,2 juta, ketika negara-negara bergulat dengan gelombang kebangkitan varian virus yang lebih menular di tengah peluncuran vaksinasi yang lebih lambat dari ideal.
Orang-orang, yang lelah dengan pembatasan yang berkepanjangan dan bingung dengan peraturan yang terus berubah, sekarang lebih dari sebelumnya mengabaikan pembatasan yang dimaksudkan untuk membuat mereka tetap aman.
Kasus Covid-19 harian India turun sedikit pada hari Minggu (2 Mei) menjadi 392.488, sehari setelah itu menjadi negara pertama yang melewati angka 400.000 dalam infeksi baru. Tetapi kematian harian melonjak ke rekor 3.689, karena sistem perawatan kesehatannya yang kewalahan berjuang dengan kekurangan tempat tidur, oksigen, dan persediaan medis lainnya yang parah.
Ibu kota India, New Delhi, salah satu daerah yang paling parah terkena dampak, memperpanjang pengunciannya selama seminggu pada hari Sabtu.
Penasihat pandemi utama Amerika Serikat, Anthony Fauci, menyatakan seluruh India harus diisolasi untuk membendung infeksi yang mengamuk. Tetapi sejauh ini India menolak saran tersebut.
Lebih banyak bantuan internasional tiba di India pada hari Minggu. Sejumlah negara memutuskan mengirimkan bantuan dengan pertimbangan kondisi India menjadi kunci pengendalian pandemi secara global.
India telah menerima dosis pertama vaksin Sputnik V Rusia. Negara itu memperluas kampanye inokulasi untuk semua orang dewasa pada hari Sabtu, tetapi banyak negara bagian menghadapi kekurangan suplai vaksin meskipun sudah memberlakukan embargo pengiriman ke luar negeri
Antrian mengular terlihat di pusat vaksinasi di kota-kota di India. Masyarakat India berbondong-bondong mendatangi fasilitas kesehatan demi mendapatkan suntikan vaksinasi.
" Ini adalah keharusan sekarang. Kami melihat begitu banyak orang dinyatakan positif," kata Megha Srivastava, 35, di salah satu pusat serupa di New Delhi.
Kondisi India mendesak sejumlah negara tetangga membunyikan lonceng peringatan. Kasus harian Sri Lanka mencapai rekor baru untuk hari kelima berturut-turut pada hari Sabtu.
" Kita bisa menghadapi krisis seperti India dalam waktu dekat kecuali kita menahan tren infeksi saat ini," kata kepala ahli epidemiologi Nepal, Sudath Samaraweera.
Di Nepal, para pejabat memperingatkan infeksi baru meningkat lebih cepat daripada yang dapat dicatat. Lebih dari sepertiga hasil tes dinyatakan positif dan pada Jumat pekan lalu Nepal membukukan kasus paling baru sejak Oktober.
Malaysia Minggu melaporkan kasus pertama varian virus B1617 yang sangat menular di India. Kasus tersebut ditemukan pada seorang warga negara India yang baru-baru ini tiba di Kuala Lumpur.
Pakar kesehatan Jepang pesimis tentang kemungkinan menahan lonjakan kasus terbaru. Penutupan bisnis telah dibatasi, dan jutaan orang Jepang sudah abai bahkan berani mengambil risiko untuk bepergian.
Di Korea Selatan, para pejabat bersiap menghadapi lebih banyak kasus baru karena orang-orang meningkatkan interaksi dan membuat rencana untuk liburan besar bulan ini.
Selama empat hari berturut-turut, Korsel mencapai kenaikan kasus harian pada level 600-an. Hampir setengah dari luar wilayah Seoul yang lebih besar, menunjukkan virus telah menyebar ke seluruh negeri dan memperpanjang aturan jaga jarak tiga minggu lagi hingga 23 Mei.
Di luar Asia, gelombang baru infeksi Covid-19 juga mengguncang negara-negara di Amerika. Kematian akibat virus corona di Brasil melampaui 400 ribu pada hari Jumat, dengan rumah sakit di ambang kehancuran.
Akibatnya, Brasil melaporkan jumlah kematian Covid-19 terbanyak kedua setelah AS, yang telah mencatat lebih dari 570 ribu kasus kematian.
Di Kanada, pusat penyebaran berada di provinsi terpadat di Ontario, di mana lonjakan begitu hebat. Pemerintah sampai mengirim militer dan Palang Merah untuk membantu merawat pasien yang sakit kritis.
Banyak profesional kesehatan dan perawat juga merasa frustrasi dengan warga yang tidak mengikuti tindakan pencegahan. " Kami semua merasa telah dikecewakan sedikit oleh masyarakat," kata dokter Jamie Spiegelman.
Terlepas dari lonjakan virus di negara itu, puluhan ribu orang berbaris di Montreal menentang pembatasan pada hari Sabtu. Mereka berkerumun dan menentang kewajiban penggunaan masker serta pemberlakuan jam malam.
Pengunjuk rasa anti-pembatasan juga berkumpul di negara-negara Eropa, termasuk Finlandia, Swedia, Belgia, dan Jerman.
Sumber: Straits Times
Advertisement
Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular

Sehari dalam Kehidupan Purbaya

XLSMART Raih Apresiasi Perempuan Berpengaruh 2026 Kategori Future Forward Lewat Sisternet

Apa Itu Mikroplastik? Pencemar Mungil yang Sangat Merusak

Suahasil Nazara: Perjalanan Dosen yang Menjadi Menkeu Baru Kabinet Merah Putih


8 Cara Membantu Anak Mengembangkan Kecerdasan Intelektual dan Emosional

Cara Mudah Membedakan Buah dan Sayuran Berdasarkan Ilmu Botani

Jejak Purbaya Setahun Jadi Menkeu: 'To the Moon', 'Masih Bisa Senyum', Akhirnya 'Sudah Mati'

8 Cara Sederhana Tetap Aktif Bergerak meski Seharian Bekerja di Kantor

Lebih Sehat Mana antara Susu Full Cream atau Susu Skim untuk Kesehatan Jantung?

Membawa Spirit Rebranding yang Lebih Gen Z, Viva Cosmetics Turut Hadir di Sraya Nusa 2026

Thrifting Favorit Gen Z, Tonjolkan Personal Style dan Ekonomi Sirkular