Terkait kabar ini, Kepala Biro Pers, Media, dan Informasi Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, memberikan bantahan. Menurut dia, kabar tersebut merupakan kebohongan atau hoax.
Jokowi juga menyoroti perkembangan media dewasa ini yang terlalu mengejar rating tetapi mengabaikan fungsi pemanduan terhadap publik untuk meneguhkan nilai-nilai keutamaan.