Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Efek Minum Milk Tea Tiap Hari Selama Satu Bulan Penuh. (Foto: WOB)
Dream - Melakukan segala sesuatu secara berlebihan bisa menimbulkan efek yang tidak baik. Hal ini berlaku juga ketika kita minum minuman favorit seperti milk tea.
Sesekali memanjakan diri dengan minum milk tea tidak akan menjadi masalah. Tapi jika berlebihan, minum milk tea bisa menyebabkan masalah kesehatan yang cukup serius.
Baru-baru ini seorang remaja bernama Tian Tian mengalami koma selama lima hari karena 'kecanduan' minum milk tea.
Remaja berusia 18 tahun dari China ini begitu terobsesi dengan milk tea. Dia bahkan rela keluar uang banyak demi memenuhi hasratnya itu.
Tian dilaporkan menghabiskan hingga 100 yuan (hampir Rp200 ribu) untuk membeli minuman manis itu setiap hari.
Kebiasaan tidak sehat ini berlangsung selama satu bulan penuh. Ibunya mengatakan Tian biasa minum dua gelas milk tea setiap hari.
Akibat berlebihan mengonsumsi milk tea setiap hari selama satu bulan penuh, kesehatan Tian pun jadi terganggu.
Pada 2 Mei, Tian dilarikan ke Rumah Sakit Ruijin, Shanghai setelah ditemukan tidak sadarkan diri. Dia segera ditangani di Unit Perawatan Intensif Darurat (EICU).
Hasil pemeriksaan mengungkapkan kadar gula darahnya 25 kali lebih tinggi daripada orang normal.
Laporan menyebutkan hidup Tian tergantung pada ventilator untuk bernapas karena menderita berbagai komplikasi kesehatan.Meliputi gula darah tinggi dan kerusakan ginjal.
Belakangan diketahui bahwa dia mengalami gejala-gejala seperti mual, mulut kering, dan poliuria (keinginan untuk sering buang air kecil) selama lebih dari seminggu sebelum dia koma.
Dokter mengungkapkan selain terobsesi dengan minuman manis, Tian juga tidak pernah olahraga hingga berat badannya mencapai 125 kg.
Untungnya, Tian berhasil sadar dari komanya setelah menjalani perawatan selama lima hari di rumah sakit.
Akibat kondisinya, Tian kehilangan berat badan hingga 35 kilogram. Dia berjanji tidak akan pernah minum milk tea lagi.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya