Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Daily Mail)
Dream - Kota Araras di Sao Paulo, Brasil tampak seperti kota hantu karena sebagian besar penduduknya harus selalu tinggal di dalam rumah.
Sebanyak 600 dari 800 populasi Araras menderita penyakit genetik aneh bernama Xeroderma Pigmentosum (XP). Penyakit ini menyebabkan penderitanya tidak tahan sinar ultra violet matahari sehingga mereka harus selalu berada di tempat teduh.
Sedikit saja kulit mereka terpapar sinar matahari, maka akan melepuh dan meninggalkan cacat permanen. Kulit mereka tidak bisa melakukan regenerasi sel sehingga tidak bisa sembuh jika terluka.
Dari 600 yang menderita penyakit aneh ini, 20 sudah dalam taraf kritis dan sudah masuk dalam kategori kanker kulit yang agresif.
Salah satu warga Araras yang menderita XP hingga tingkat parah adalah Djalma Jardin. Dia hanya punya satu mata yang tidak dapat menutup. Dia menghabiskan hari-harinya di dalam ruangan karena kelainan genetik langka tersebut.
Wajah Jardin bahkan terlihat menakutkan akibat penyakit XP ini. Dia tidur dengan plester di seluruh wajahnya. "Jika keluar rumah, matahari terasa membakar saya," katanya.
Kelainan genetik ini begitu menakutkan hingga bisa membuat seseorang cacat atau bahkan meninggal dunia. Seperti Jardin yang kondisinya semakin parah hingga ia meninggal setelah melakukan wawancara.
Peternak Deide juga telah kehilangan banyak bagian wajahnya dengan kondisi yang tak bisa disembuhkan.
"Saya menjalani operasi untuk menghilangkan langit-langit dan tulang rahang bagian kanan. Saya harus menggunakan prostesis agar bisa bicara," ujarnya.
Sebagian warga yang tidak mengalami kondisi aneh itu bertanya-tanya tentang apa yang telah terjadi dengan mereka yang menderita. Ada yang menyebut itu adalah penyakit seksual menular, yang lainnya yakin XP ini adalah kutukan dari Tuhan.
Hingga seorang ahli biologi genetik Brasil di Sao Paulo, Carlos Menck, datang ke desa Araras untuk melakukan penelitian. Dari pengamatannya, Carlos mengatakan XP ini bukan penyakit menular tetapi penyakit turunan.
Setelah menjalankan tes pada semua penduduk desa, Carlos dan timnya menemukan 600 dari 800 warga desa membawa gen XP.
Hal ini dapat ditelusuri kembali ke keluarga tiga pemukim pertama di desa itu yang berasal dari Portugis.
Ahli dermatologi Sulamita Chaibub menambahkan, di Araras terdapat konsentrasi orang dengan gen rusak yang tetap menikah satu sama lain, sehingga gen menjadi dominan dan penyakit ini tetap berkembang.
Hingga saat ini tidak ada obat untuk XP ini. Tetapi warga diperingatkan untuk benar-benar menjauh dari sinar matahari. Carlos berharap saran ini akan menyelamatkan banyak nyawa warga desa Araras.
(Sumber: Daily Mail)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Penelitian Ungkap Protein Bisa Bantu Membersihkan Sisa Sel dan Kurangi Tanda Peradangan

Mengapa Tempat Sepi seperti Lorong Kosong Bisa Terasa Menyeramkan? Ini Penjelasan Psikologinya


Bagaimana Harga Emas Ditentukan? Apakah Harganya Sama di Seluruh Dunia?

Hobi Membuat Kue Ternyata Punya 7 Manfaat bagi Kesehatan, Bukan Sekadar Mengisi Waktu Luang

El Niño Diprediksi Menguat, Harga Beras Dunia Terancam Melonjak dan Jutaan Orang Bisa Terdampak

Sering Bikin Lelah secara Emosional? Kenali 8 Tanda Anda Berhadapan dengan Energy Vampire