Tiga Hal Dalam Hidup yang Sulit Disembuhkan, Hati-hatilah

Reporter : Ahmad Baiquni
Kamis, 5 Desember 2019 20:00
Tiga Hal Dalam Hidup yang Sulit Disembuhkan, Hati-hatilah
Semua masalah ada jalan keluarnya, kecuali tiga ini.

Dream - Dalam kehidupan, masalah dan kesulitan adalah dua hal yang pasti terjadi. Tidak ada satu orangpun yang bebas dari segala masalah maupun kesulitan.

Tidak peduli apakah dia kaya atau miskin. Semua menghadapi kesulitannya masing-masing.

Namun demikian, kita patut pahami setiap masalah dan kesulitan hadir dalam kehidupan sejatinya sebagai jalan manusia melatih diri. Banyaknya masalah membuat kita belajar cara menanganinya.

Karena, sejatinya setiap masalah bisa disembuhkan. Semua bergantung kepada mereka yang menjalaninya.

Dikutip dari Bincang Syariah, pada dasarnya semua masalah dan kesulitan bisa disembuhkan. Tetapi, ada hal dalam hidup yang tidak bisa disembuhkan.

Ibnu 'Abdil Barr dalam kitabnya Bahjatul Majalis wa Ansul Majalis menyebutkan tiga kesulitan dalam hidup yang tidak bisa disembuhkan.

" Tiga hal yang susah disembuhkan dalam hidup adalah kemiskinan yang besertakan kemalasan, permusuhan yang dirasuki kedengkian, dan sakit yang disebabkan faktor usia."

1 dari 4 halaman

3 Masalah Susah Diatasi

Hal pertama disebutkan yaitu kemiskinan yang disertai kemalasan. Jika hanya miskin, orang masih bisa mengatasi situasi. Dengan usaha dan kerja keras, seseorang bisa terentas dari kemiskinan.

Lain halnya jika kemiskinan disertai dengan kemalasan. Bagaimana mungkin seseorang bisa lepas dari kemiskinan jika dia malas berusaha?

Hal kedua yang tidak bisa disembuhkan dalam hidup yaitu permusuhan yang dirasuki kedengkian. Rasa dengki bisa memicu permusuhan, sementara permusuhan yang sudah terjadi bisa jadi awet akibat kedengkian.

Seseorang yang dalam hatinya ada rasa dengki, sejatinya dia tidak bisa menerima ketentuan Allah SWT. Dia terus menginginkan apa yang belum ditetapkan atas dirinya.

2 dari 4 halaman

Sakit di Usia Senja

Sedangkan hal ketiga yaitu sakit karena faktor usia. Usia senja adalah masa yang rentan akan berbagai penyakit akibat sistem imun yang semakin melemah.

Sistem kekebalan membantu tubuh terhindar dari segala macam penyakit yang berasal dari unsur-unsur berbahaya. Bisa berupa bakteri, virus, racun, dan lain sebagainya.

Tidak mengherankan jika di usia senja, tubuh mudah sakit. Ini karena sistem kekebalan tubuh tidak bekerja dengan baik.

Sumber: Bincang Syariah

 

3 dari 4 halaman

Faedah Tak Terhingga Saat Tak Lupa Berzikir Kala Bahagia

Dream - Mengingat Allah di manapun dan kapanpun adalah keharusan bagi setiap Muslim. Berzikir membuat kita selalu dekat dengan-Nya.

Banyak manfaat bisa kita dapat dari memberbanyak zikir. Di antaranya, kita bisa menjalani kehidupan dengan penuh kepasrahan.

Sayangnya, ada kecenderungan di antara kita berzikir hanya dalam keadaan sulit. Kita hanya mengharap bantuan Allah agar lepas dari masalah semata.

Kita begitu sulit berzikir di kala senang. Kenikmatan yang kita dapat sering membuat lupa untuk mengingat Allah.

Padahal, sangat dianjurkan memperbanyak zikir ketika dalam keadaan senang. Mengapa demikian?

Dikutip dari Bincang Syariah, Imam An Nawawi dalam kitabnya Al Adzkar, menjelaskan Rasulullah berpesan kepada umatnya untuk tidak hanya mengingat Allah hanya dalam keadaan susah saja. Hendaknya berzikir juga dilakukan secara istikamah dalam keadaan senang.

Manfaat memperbanyak zikir di waktu senang sangat besar. Salah satunya, zikir saat senang bisa menjadi jalan memudahkan doa terkabul ketika sedang diterpa musibah atau kesusahan.

Hal ini seperti tertuang dalam hadis riwayat Imam Tirmidzi dari Abu Hurairah RA.

Rasulullah Muhammad SAW bersabda, " Siapa yang ingin dikabulkan oleh Allah SWT ketika tertimpa kesulitan dan kesusahan, hendaknya memperbanyak doa ketika senang."

 

4 dari 4 halaman

Diingat Allah Ketika Kita Dalam Kesulitan

Dalam hadis lain, Rasulullah mengingatkan kepada kita ketika mengingat Allah dalam keadaan senang, maka Allah akan mengingat kita sewaktu berada dalam kesempitan.

Riwayat ini merupakan pengingat agar umat Islam tidak pernah meninggalkan zikir terutama di kala senang. Kita juga diingatkan untuk tidak memohon sesuatu kepada Allah hanya dalam keadaan susah saja.

Allah sendiri juga mengingatkan hal ini dalam firman-Nya yang tertuang pada Surat Az Zumar ayat 8.

Dan apabila manusia itu ditimpa kemudharatan, dia memohon (pertolongan) kepada Tuhannya dengan kembali kepada-Nya; kemudian apabila Tuhan memberikan nikmat-Nya kepadanya lupalah dia akan kemudharatan yang pernah dia berdoa (kepada Allah) untuk (menghilangkannya) sebelum itu.

Rasulullah sendiri adalah sosok yang rajin berzikir dalam segala keadaan. Zikir selalu mengalun dari bibir Rasulullah apapun kondisinya.

Sumber: Bincang Syariah

Beri Komentar
4 Januari, Hari Bahagia dan Paling Sedih Rizky Febian