Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi
Dream - Tuhan telah secara adil menciptakan kita semua. Mungkin seseorang tidak pandai dalam hal akademis, tapi yakinlah ia punya kepandaian di bidang lain karena setiap manusia diciptakan unik.
Hasil sebuah studi mengungkap bahwa faktor penentu kepandaian seseorang yang paling besar justru adalah penyakit dibandingkan pendidikan dan genetik. Ya, IQ seseorang bisa dipengaruhi oleh penyakit seperti yang diklaim oleh studi tersebut.
Studi ini dikemukakan oleh seorang ilmuwan dari University of New Mexico di mana IQ seluruh warga Amerika Serikat dicoba untuk dianalisa. Hasilnya cukup mengejutkan karena kekuatan otak dipengaruhi oleh penyakit.
Dikatakan oleh seorang peneliti bernama Christopher Eppig pada jurnal Scientific American bahwa sejumlah besar energi dapat dirampok oleh sebuah penyakit dari otak kita yang tengah berkembang.
Jadi, bila bicara soal faktor paling besar apa yang menentukan kepandaian manusia, telah dibuktikan bahwa variasi global kepandaian manusia itu disebabkan oleh penyakit.
Ingin tahu sebesar apa penyakit dalam penentuan proses kepandaian seseorang? Yuk selengkapnya Baca di sini
Kirimkan kisah nyata inspiratif disekitamu atau yang kamu temui, ke komunitas@dream.co.id, dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:
1. Lampirkan satu paragraf dari konten blog/website yang ingin dipublish
2. Sertakan link blog atau sosmed
3. Foto dengan ukuran high-res
4. Isi di luar tanggung jawab redaksi
Ayo berbagi traffic di sini!
Baca Juga: Hidup Sehat Bersama Komunitas Organik Indonesia Makin Banyak Bangunan Tinggi, Tanda Kiamat Sudah Dekat? 'Pamali' Beli Peralatan Bayi Sebelum Usai Kandungan 7 Bulan? Kisah di Balik Pertobatan Mike Tyson Saat 1 Jam Menuju Kabah
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya