Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Rachid Nekkaz Merupakan Pebisnis Perancis Keturunan Aljazair (aljazeera.com)
Dream - Beberapa negara Eropa menerapkan peraturan yang ketat bagi wanita yang memakai burka, misalnya Perancis dan Belgia. Mereka akan didenda jika kedapatan mengenakan burka di jalanan.
Namun, seorang pebisnis Perancis keturunan Aljazair Rachid Nekkaz secara sukarela membayar denda bagi para muslimah yang memakai burka itu.
Nekkaz yang beristrikan seorang wanita Perancis keturunan Amerika, bahkan sudah menyediakan jutaan euro untuk membayar denda bagi para muslimah.
Diperkirakan sekitar 400 hingga 2.000 wanita Perancis selalu memakai burka dalam kesehariannya. Bagi wanita yang kedapatan mengenakan burka di jalanan, pemerintah Perancis akan mengenakan denda sebesar 150 Euro.
Nekkaz menegaskan, dia dan istrinya melakukan hal ini tidak dilandasi agama tapi melihat aturan itu merupakan bentuk penghinaan hak-hak konstitusional rakyat Perancis.
"Bagi wanita yang ingin memakai burka, tidak usah khawatir. Meski mereka mendapat denda, silakan melakukannya lagi (memakai burka) dan kami akan mengganti biaya denda," ujar dia.
Cecile Le Roux, istri Nekkaz, menegaskan ia dan suaminya juga tidak mendukung burka. Menurutnya, sungguh tidak nyaman berbicara dengan orang yang mengenakan burka karena tidak bisa mengenali wajahnya.
Namun yang menjadi perhatiannya adalah hak individu yang melekat pada setiap orang. "Saya yakin dengan kebebasan individu yang dianggap suci di negara Barat yang demokratis ini," katanya.
Pasangan ini telah menyisihkan sekitar 200.000 euro dari uang mereka sendiri dan 50.000 Euro lainnya didapatkan melalui donasi. Uang tersebut digunakan untuk membayar denda. Pada 2011, Nekkaz diberitakan telah membayar denda 2 muslimah yang terkena denda saat mengenakan burka.
Tanggapan Pemerintah
Eric Raoult, anggota parlemen Perancis, yang ikut menyusun aturan larangan memakai burka itu, mengatakan bahwa langkah Nekkaz sebagai sesuatu yang sia-sia. Menurutnya, Nekkaz seharusnya ikut memberikan penjelasan soal inti larangan memakai burka kepada pemakaiannya.
Raoult mengatakan larangan memakai burka bukan bertujuan untuk menghukum pemakaiannya tapi memberikan pilihan agar mereka tidak mengenakannya lagi.
Apalagi, akhir-akhir ini dia melihat banyak wanita muda yang sudah tidak lagi memakai burka tapi memakai kerudung sehingga wajah mereka kelihatan.
Dari berbagai sumber)
Advertisement
Bagaimana Industri Pangan Mengurangi Limbah? Ini Strategi yang Dilakukan

Mengapa Sampah dari Industri Makanan Berbahaya bagi Lingkungan?

Ekonomi RI Ditekan Perang, Bencana, dan Korupsi, JK: 'Punya Uang Saja Tidak Cukup'

IHSG Dibuka Menguat Tipis, Investor Waspadai Aksi Profit Taking

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran


Inggris dan Jepang Minta Warga Siapkan Stok Makanan untuk 3 Hari, Ada Apa?

Benarkah Oksigen di Bumi Bisa Habis? Ilmuwan Perkiraan Kapan Hal Itu Bisa Terjadi

Sering Disalahpahami, Ini Perbedaan Frugal Living dengan Hidup Pas-pasan

Beeru Stevia Diduga Berisi Pemanis Buatan, Apa Risikonya bagi Penderita Diabetes Jika Terkonsumsi?

Usia Berapa Otak Manusia Paling Tajam? Ternyata Bukan Saat Masih Muda

Sering Dikira Flu, Virus yang Disebarkan Nyamuk Ini Bisa Menyerang Otak dan Berakibat Fatal

Gelembung AI di China Disebut Pecah, Apa Artinya dan Bagaimana Dampaknya bagi Kita?