5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
Ferrari Portocino Dijajal Oleh Ferrari Owner Club Indonesia (FOCI). (Foto: Ferrari Indonesia)
Dream – Deru knaplpot menyala keras di lereng Gunung Arjuno, Pasuruan, Jawa Timur. Kelirnya mobil mewah itu sebagian besar berwarna merah. Dari logonya di body mobil itu, orang bisa langsung menerka merek mobil yang menderu tersebut.
Bergambar kuda jingkrak dengan latar berwarna kuning, belum lama ini lebih dari 10 mobil Ferrari terlihat berseliweran di kaki Gunung Arjuno. Para Ferraristi itu adalah anggota Ferrari Jakarta dan Ferrari Owners Club Indonesia (FOCI) chapter Surabaya.
Mengawali perjalanan dari Surabaya, para pemilik mobil mewah dari Italia itu berencana konvoi ke sebuah istana tersembunyi di dalam hutan. Tujuannya mansion pribadi di Prigen.
Usai 90 menit perjalanan, konvoi Ferrari itu tiba di Kaliandra.
Dikutip dari keterangan tertulis Ferrari Indonesia yang diterima Dream, Kamis 2 Mei 2019,
Kaliandra adalah istana tersembunyi di tengah hutan. Dibangun pada tahun 1997, villa pribadi yang tak ada duanya ini merupakan persilangan gaya Eropa dengan budaya Jawa Kolonial, yang dinamakan Villa Leduk oleh pemiliknya.

Terinspirasi oleh rumah-rumah bangsawan di Tuscany, dikombinasikan dengan pengaruh abad pertengahan Majapahit, Villa Leduk adalah sebuah museum seni yang dikelilingi oleh burung merak dan rusa hidup.

Di gerbang utama Kaliandra, para pemilik Ferrari itu disambut oleh Ferrari Portofino. Kuda jingkrak berwarna merah itu secara bergiliran dites para Ferraristi yang menjajalnya dengan mendaki bukit menuju Palladian mansion.
Semuanya bersemangat dan puas dengan kualitas performa dan raungan mesin V8 dengan 600 hp.
Beberapa staf berpakaian tradisional Jawa menyambut para pemilik Ferrari di gazebo belakang di Rumah Kolonial 1880, bagian terbaru dari kompleks Kaliandra. Replika dari rumah leluhur sang pemilik di Pasuruan.
Mereka menikmati sajian lokal untuk makan siang setelah sesi seru bersama Ferrari Portofino.

Sebagai penutup hari tersebut, sang pemilik mengajak Ferarristi berkeliling dalam sebuah tur pribadi. Mereka terkesima dengan koleksi antik di rumah utama, Villa Leduk. Di antaranya adalah seekor kuda monokrom Dinasti Tang dari abad ke delapan.
Sebelum kembali ke kota, para pemilik Ferrari berfoto bersama-sama di depan Palladian mansion yang berwarna kuning oker tersebut.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?