Terbongkar Investasi Bodong MeMiles, Banyak Figur Publik Terjerat

Reporter : Arie Dwi Budiawati
Sabtu, 11 Januari 2020 16:01
Terbongkar Investasi Bodong MeMiles, Banyak Figur Publik Terjerat
Investasi ini juga menyeret sejumlah figur publik.

Dream - Ditreskrimsus Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) membongkar kasus investasi bodong, MeMiles, yang beromzet Rp750 miliar. Polda Jatim memanggil beberapa figur publik yang terlibat dalam promosi hingga pembelian saham investasi bodong PT Kam and Kam berbasis aplikasi pada pekan depan.

“ Kami sudah memanggil saksi beberapa nama papan atas, figur publik, atau artis inisial ED, MT, AN, dan J pada minggu depan. Masing-masing berbeda tanggalnya,” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di Surabaya, Jawa Timur, dikutip dari Liputan6.com, Jumat 10 Januari 2020.

Publik figur inisial J telah konfirmasi akan hadir pada 22 Januari, karena masih ada kesibukan.

" Untuk konfirmasi sejauh ini, ada beberapa seperti J sudah mengonfirmasi terkait ketidakhadirannya pada penyidik untuk menunggu dari tim manajer karena ada kegiatan di Jakarta," kata Trunoyudo.

Disinggung alasan keterlibatan para figur publik ini, Truyonodo masih belum bisa menjelaskan. Alasannya proses pemeriksaan masih akan berlangsung menunggu kehadiran publik figur tersebut.

" Minimal proses keterlibatannya yaitu adanya bagian dari member, kemudian ada juga ada kegiatan yang kemungkinan bisa dikembangkan oleh penyidik, seperti apakah ada keterkaitan dengan sistem operasional PT Kam and Kam dalam akun MeMiles ini," kata dia.

1 dari 5 halaman

Awal Mula Terbongkar

Kasus investasi ilegal MeMiles ini terbongkar ketika Polda Jatim mendapatkan investasi MeMiles yang belum berizin. Investasi ilegal ini menggunakan PT Kam and Kam yang berdiri delapan bulan lalu tanpa mengantongi izin.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang jasa pemasangan iklan yang menggunakan sistem penjualan langsung melalui jaringan member dengan cara bergabung di aplikasi MeMiles. Peminatnya pun cukup besar.

Kapolda Jatim Irjen Pol Luki Hermawan menuturkan, sudah ada 264 ribu member selama delapan bulan dengan omzet Rp750 miliar.

Polda Jatim pun menangkap dua tersangka terkait kasus tersebut. Tersangka itu berinisial KTM (47) dan FS (52). “ Tersangka pernah terlibat kasus sama tahun 2015 di Polda Metro Jaya," ujar Luki.

2 dari 5 halaman

Begini Mekanismenya

Modus investasi bodong ini berjalan dengan memberikan komisi atau bonus untuk setiap anggota yang berhasil merekrut anggota baru. Jika ingin memasang iklan, anggota harus memasang top up dengan dana dimasukkan ke rekening PT Kam and Kam.

Dengan top up itu, anggota memperoleh bonus atau reward bernilai fantastik. " Dana masuk antara Rp50 ribu sampai Rp200 juta," ujar Luki.

Sistem yang dijalankan ini terbukti sukses membuat banyak masyarakat tergiur. Luki mencontohkan, hanya dengan menyetor Rp50 juta, anggota bisa memperoleh mobil seharga di atas Rp 100 juta.

“ Dalam mengusut kasus ini kami bekerja sama dengan pihak OJK (Otoritas Jasa Keuangan),” kata Luki.

Liputan6.com pun menelusuri website memiles tersebut pada Jumat, 10 Januari 2020. Dalam website dengan memiles.co, disebutkan kalau MeMiles program aplikasi yang memadukan bisnis traveling, advertising, dan market place dalam satu aplikasi. Disebutkan untuk pendaftaran dengan unggah aplikasi dan buka aplikasi.

 

3 dari 5 halaman

OJK Blokir Situs

Ketua Satgas Waspada Investasi Tongam L.Tobing menuturkan, pihaknya sudah memblokir situs dan aplikasi MeMile melalui Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Akan tetapi, ia menilai pelaku dapat saja membuat situs baru dan mengubah nama.

Oleh karena itu, pihaknya sudah mengumumkan ke masyarakat sejak Agustus kalau kegiatan ini ilegal sehingga masyarakat tidak ikut. Adapun pada 2019, ada sebanyak 444 entitas investasi ilegal yang dihentikan. Pada 2018 ada 108 dan 2017 ada 80 entitas. 

" Hal yang perlu adalah peran serta masyarakat agar tidak ikut MeMiles," ujar dia saat dihubungi Liputan6.com.

(Sumber: Liputan6.com/Agustina Melani)

4 dari 5 halaman

Diawasi Ketat OJK, Fintech Pelaku Investasi Bodong Berkurang

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berupaya menghindarkan masyarakat dari investasi bodong. Salah satunya caranya dengan mengedukasi masyarakat tentang investasi.

Upaya ini juga merupakan peningkatan perlindungan konsumen, terutama di era digitalisasi yang berkaitan dengan financial technology (fintech).

" Edukasi, edukasi dan edukasi, itu nomor satu,” kata Ketua Dewan Komisioner OJK, Wimboh Santoso, di Jakarta, dikutip dari Merdeka.com, Jumat 23 November 2018.

Wimboh mengatakan masyarakat perlu perlindungan. Mereka merugi kalau tak tahu produk investasi yang dibelinya.

 

 © Dream

 

Dia berkata peningkatan edukasi masyarakat merupakan pencegahan kerugian karena salah berinvestasi. Peningkatan edukasi ini juga strategi OJK untuk memitigasi uang masyarakat sehingga meskipun ada kerugian nilainya tidak terlalu banyak.

" Jadi, bagaimana supaya masyarakat tahu bahwa mana produk yang sesuai dengan profil dia sehingga dia bisa memitigasi dirinya sendiri dengan demikian jumlah masyarakat yang dirugikan tadi tidak begitu banyak. Itu adalah prioritas yang harus kita lakukan," kata Wimboh.

Meski demikian, persentase fintech pelaku investasi bodong hingga kini terus menurun seiring dengan penegakan hukum dan pengawasan yang dilakukan oleh OJK. " Frekuensinya sudah turun, silakan masyarakat kalau merasa dirugikan melaporkan ke kita," kata dia.

5 dari 5 halaman

Tips Jitu Hindari Investasi Bodong

Dream – Sahabat Dream, salah satu cara yang bisa ditempuh untuk mempersiapkan masa depan adalah investasi. Ada beragam sektor yang bisa digunakan untuk investasi, seperti properti, emas, atau reksa dana.

Kini sudah banyak perusahaan yang menawarkan produk investasi. Tentunya dengan imbal jasa yang menggiurkan.

Meski begitu, kamu tetap harus hati-hati sebelum menjatuhkan pilihan berinvestasi ke lembaga tertentu. Ini karena banyak lembaga yang menawarkan investasi namun ternyata hanya abal-abal alias bodong.

Data terbaru Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan ada lima entitas investasi paling anyar yang dihentikan. Kelima entitas ini telah dipanggil untuk menjelaskan legalitas dan kegiatan usahanya. 

OJK menghentikan usaha kelima entitas ini karena dianggap tidak rasional. Lima entitas ini memberikan imbal hasil yang terlalu tinggi, tak berizin, tak memiliki produk yang dijual, dan menyalahgunakan logo OJK.

Sebelum berinvestasi, lebih baik Sahabat Dream mencermati terlebih dahulu ciri-cirinya. Dikutip dari berbagai sumber, ada empat ciri investasi bodong.

Ciri pertama, entitas menyajikan tingkat pengembalian modal yang tinggi. Jika ada yang menawarkan investasi tinggi, bahkan lebih dari 40 persen, kamu harus curiga.

Ciri kedua investasi bodong yaitu menawarkan bonus jika berhasil merekrut anggota baru, menggunakan pemuka agama untuk promosi, dan investasi yang aman.

Lalu, bagaimana cara menghindarinya? Ada tiga hal yang bisa kamu lakukan untuk menghindar dari investasi ini.

Pertama, kamu harus memastikan pihak yang menawarkan investasi itu mengantongi izin dari otoritas yang berwenang sesuai dengan kegiatan usaha yang dijalankan dan tercatat sebagai mitra pemasar.

Kedua, pastikan juga lembaga ini juga menawarkan produk investasi. Jangan sampai menanamkan modal untuk sesuatu yang tidak ada.

Yang ketiga, Sahabat Dream juga harus memastikan logo instansi atau lembaga pemerintah di media penawarannya, juga dilakukan sesuai dengan aturan. Jangan sampai ada lembaga yang menggunakan logo pemerintah, eh, ternyata hanya modus untuk menipu. (ism)

Beri Komentar
Istri Akui Cemburuan, Daus Mini: Coverboy Sih Nggak ya