Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
TKI Asal Bojonegoro, Musiri (kiri), Bisa Mengantongi Pendapatan Rp35 Juta Per Bulan Di London. (Sumber: BBC Indonesia)
Dream - Seorang tenaga kerja Indonesia (TKI), kerap dipandang sebelah mata. Tapi, jangan salah, buruh migran ini bisa mengantongi upah puluhan juta rupiah per bulannya.
Dilansir dari situs BBC Indonesia, Senin 13 Juni 2016, dia adalah Musiri, seorang tenaga kerja wanita asal Bojonegoro, Jawa Timur. Awalnya, dia menjadi buruh migran pada tahun 2008 dan bekerja sebagai pembantu rumah tangga di keluarga dokter asal Mesir yang menetap di London. Bayarannya sebagai asisten rumah tangga ini sangat kecil, yaitu 110 poundsterling atau Rp2,1 juta. Jumlah ini sangat rendah untuk standar gaji di negara maju seperti Inggris.
Pada 2010, dia kabur dan mendapatkan majikan baru. Sejak saat itu, kondisinya berubah. Bayaran yang diterimanya dari majikan barunya, keluarga pengusaha asal Libanon, sebesar 1.800 poundsterling atau Rp35 juta per bulan.
Musiri patut bersyukur. Bayaran ini melebihi gaji standar nasional di Inggris yaitu 1.152 poundsterling atau Rp23 juta per bulan jika menggunakan patokan upah minimal sebesar 7,2 poundsterling atau Rp135,89 per jam dan bekerja selama 40 jam per minggu. Namun, gaji tesebut belum dipotong pajak, transportasi, sewa rumah, dan biaya hidup lainnya yang tergolong mahal di London.
Dengan bayaran yang lumayan itu, Musiri bersyukur bisa melakukan banyak hal di Bojonegoro. Dia bisa menyekolahkan kedua putrinya hingga kuliah dan memmbantu mengangkat ekonomi kedua orang tuanya.
" Selain itu, (gaji) saya buat beli rumah, sepeda motor untuk 2 anak saya dan 2 keponakan saya, dan tanah. Alhamdulillah, senang," kata dia.
Musiri pun juga membuat tabungan untuk menyimpan semua jerih payahnya dan mengumpulkan uangnya untuk membeli mobil. Dengan mobil barunya nanti, wanita ini berharap bisa menyetir sendiri dari rumah kontrakannya ke rumah majikan yang berada di apartemen mewah yang menghadap Sungai Thames, London.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya