Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012
Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi
Di Balik 8 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo
Kepuasan Publik Setelah Dua Tahun Prabowo-Gibran
Jalan Ekonomi Hijau Indofood
Orang Pintar Juga Bisa Luput Melihat dan Memahami Hal Sepele, Ini Penjelasan Ilmiahnya
JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas Dan Bupati Bantaeng Nurdin Abdullah (Merdeka.com)
Dream - Kabupaten Banyuwangi yang dinilai sukses melahirkan inovasi sistem pengelolaan keuangan daerah membuat Bupati Bantaeng, Sulawesi Selatan, Nurdin Abdullah kepincut. Bersama jajarannya, Nurdin datang ke Bumi Blambangan untuk belajar dari pengalaman sukses tersebut.
Dikutip dari laman Merdeka.com, Rabu, 2 Agustus 2017, Nurdin menilai Banyuwangi sukses membuat inovasi pengelolaan keuangan daerah, perencanaan, dan monitoring keuangan desa.
" Sistem yang memangkas mata rantai penyusunan dan pengawasan anggaran dengan menggunakan teknologi, khususnya di level desa, belum dilakukan di Bantaeng. Tapi Banyuwangi sudah melakukannya," kata Nurdin.
Pemerintah Kabupaten Bantaeng juga ingin mempelajari pengelolaan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP), di mana Banyuwangi menjadi kabupaten pertama dan satu-satunya di Indonesia yang memperoleh nilai SAKIP A.
Menurut Nurdin, perkembangan Banyuwangi dalam tujuh tahun terakhir ini sangat cepat. Dulu Banyuwangi hanya daerah transit saja, tapi kini telah menjadi tujuan destinasi pariwisata di Indonesia.
“ 10 tahun lalu, saya ke sini Banyuwangi masih belum apa-apa. Saat ini sudah sangat berubah,” kata Nurdin.
Sementara, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, capaian Banyuwangi saat ini merupakan hasil kerja keras rakyat dan birokrasi.
" Kami hanya memotivasi saja. Karena konsep tersulit membangun daerah itu bagaimana mendorong kerja bersama birokrasi dan masyarakat,” kata Anas.
Dalam kesempatan itu, Anas juga berharap kepada jajaran Banyuwangi untuk bisa belajar terobosan pembangunan yang telah dilakukan Bantaeng, khususnya masalah kesehatan.
" Bantaeng ini sudah banyak dapat penghargaan. Kita tidak perlu malu untuk belajar, sama-sama saling menimba ilmu. Kesempatan ini harus kita manfaatkan, mumpung Bantaeng hadir di Banyuwangi. Mereka unggul antara lain di layanan kesehatan, Banyuwangi harus belajar," tegas Anas.
Advertisement

6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang

5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun


Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh

Dua Jalan Berbeda Bursa Saham di 2 Tahun Pemerintahan Prabowo VS Jokowi

