Kini, Masyarakat Bisa Nabung Umroh Lewat Reksa Dana

Reporter : Muhammad Ilman Nafi'an
Rabu, 10 Juli 2019 15:36
Kini, Masyarakat Bisa Nabung Umroh Lewat Reksa Dana
Bareksa mempemudah masyarakat untuk memanfaatkan reksa dana sebagai pendanaan biaya umroh.

Dream – PT Bareksa Portal Investasi baru saja meluncurkan program terbarunya, Bareksa Umroh. Program yang terintegrasi langsung dengan Bareksa.com ini memungkinkan masyarakat menabung umroh dengan reksa dana.

Chief Sales & Marketing Bareksa, Rani Sumarni, mengatakan, program Bareksa Umroh merupakan bentuk inovasi perusahaannya.

" Layanan Bareksa Umroh memberikan lima keuntungan. Pertama aman, halal, online, terpercaya dan terpadu,” kata Rani saat launching program Bareksa Umroh di Jakarta, Rabu 10 Juli 2019.

Dia mengatakan, para calon nasabah bisa membuka langsung rekening reksa dananya melalui Bareksa.com. Di sana, calon nasabah bisa mendaftar secara mandiri menggunakan sistem online.

“ Kami aman, karena diawasi oleh OJK (Otoritas Jasa Keuangan)," kata dia.

Bareksa© Bareksa

1 dari 5 halaman

Begini Caranya

Direktur Bareksa.com, Ni Putu Kurniasari, menjelaskan, konsep menabung reksa dana untuk umroh itu tujuannya untuk mempermudah para nasabah.

" Biasanya kalau sequence begitu simpanan selesai keluar platform itu dananya dialihkan untuk umroh. Tapi, di Bareksa.com, begitu simpanan selesai dan dana cukup bisa dibelikan paket umroh dalam satu platform," kata Putu.

2 dari 5 halaman

Bidik 1000 Orang

Bareksa menargetkan mampu mendapat nasabah yang ingin menabung reksa dana untuk umroh ada bulan pertama sebanyak seribu orang.

Untuk memberangkatkan jemaah, Bareksa.com menggandeng agen travel haji dan umroh, Al Qadri.

" Untuk harga, kami serahkan sepenuhnya ke Al Qadri dan kami melihat Al Qadri ini tidak pernah ada track record gagal memberangkatkan jemaah," kata Putu.

3 dari 5 halaman

Bisnis Reksa Dana Syariah Buat OJK Terkagum-kagum

Dream – Otoritas Jasa Keuangan Syariah (OJK) mengapresiasi pertumbuhan pesat pasar modal syariah di Indonesia, khususnya reksa dana syariah. Regulator tertinggi bisnis keuangan ini bahkan menyebut pertumbuhan industri produk keuangan berbasis syariah itu mengagumkan.

Deputi Direktur Pengawas Pasar Modal Syariah OJK, Mohammad Thoriq, mengatakan lima tahun yang silam, pasar keuangan Indonesia baru memiliki 58 produk reksa dana syariah. Tapi lihatlah kini. Ada tak kurang dari 172 produk investasi berbasis syariah itu.

“ Tumbuh 192 persen,” kata Thoriq di Jakarta, Senin 3 November 2017.

Dengan bertambahnya jumlah produk, Thoriq mengungkapkan total nilai dana kelolaan reksa dana syariah tahun ini sudha mencapai Rp22 triliun. Bandingkan dengan 2012 dimana nilai dana kelolaan baru mencapai Rp8 trilium.

“ Growth-nya luar biasa, 182 persen,” kata Thoriq.

Meskipun pertumbuhan pasar modal syariah cukup bagus, dia mengaku masih ada tantangan yang harus dihadapi pasar modal syariah. Salah satunya adalah angka literasi keuangan di pasar modal yang masih minim.

Thoriq mengatakan nilai literasi keuangan di pasar modal baru mencapai 0,1 persen. Artinya, dari 10 ribu orang baru satu orang yang memahami pasar modal.

“ Yang pasar modal saja 0,1 persen, apalagi yang pasar modal syariah. OJK, BEI (Bursa Efek Indonesia), dan pelaku pasar modal semuanya bergerak bersama-sama (untuk meningkatkan literasi keuangan di pasar modal),” kata dia.

(Sah)

[crosslink_1]

4 dari 5 halaman

27 Desember! Penerbit Reksa Dana Syariah Harus Punya UPIS

Dream – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengingatka perusahaan manajemen investasi (MI) yang mengelola reksa dana syariah untuk segera membentuk Unit Pengelola Investasi Syariah (UPIS). MI yang lalai dengan kewajiban itu dipastikan akan terkena sanksi. 

Kepala Departemen Pasar Modal 1B OJK, Sugianto mengungkapkan batas waktu perusahaan MI untuk membentuk UPIS itu jatuh pada 27 Desember 2017.  

" Per 27 Desember 2017, seluruh MI yang mengelola reksa dana syariah wajib membentuk MI syariah atau unit pengelola investasi syariah (UPIS)," kata Sugianto di Jakarta, Jumat 15 Desember 2017. 

Data OJK mencatat saat ini ada 49 manajer investasi yang memiliki reksa dana syariah. Dar jumlah tersebut, baru 1 MI syariah full fledged dan 12 MI yang sudah mengoperasikan unit khusus UPIS. 

" Ada satu MI syariah baru memiliki izin Paytren Aset Manajemen," kata Sugianto. 

Dia juga mencatat ada 62 ahli syariah pasar modal (ASPM), 12 perusahaan efek yang memiliki sistem online trading syariah (SOTS), 27 penjamin emisi efek sukuk, dan 14 bank kustodian. Ada juga 10 pihak penerbit daftar efek syariah.

Sugianto mengatakan pihaknya masih menyusun sanksi yang akan diterapkan bagi MI yang belum jua membuat UPIS.

" Sedang dipikirkan. Kalau ada pelanggaran, misalnya ada denda administrasi. Kalau ringan, kasih surat peringatan. Kalau yang berat, bisa berupa pembekuan izin. Bisa saja mereka tidak boleh menawarkan produk syariah," kata dia. 

(Sah)

 

[crosslink_1]

5 dari 5 halaman

Tiru China, Beli Reksa Dana Bisa Lewat Situs e-Commerce

Dream - Bukalapak dan Bareksa meluncurkan fitur reksa dana online, BukaReksa. Fitur ini menyediakan sarana investasi secara online dan aman.

" Fitur BukaReksa ini diharapkan dapat menumbuhkan minat orang Indonesia, khususnya para pengguna BukaLapak," kata Chief Financing Operation, Fajrin Rasyid dalam peluncuran " BukaReksa" di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Kamis 19 Januari 2017.

Co-fouder dan Chairman Bareksa, Karaniya Dharmasaputra, mengatakan fitur BukaReksa ini adalah terobosan yang pertama di industri keuangan di indonesia. Ada kolaborasi antara perusahaan e-commerce dengan financial marketplace.

" Terobosan tersebut sangat berhasil di China di mana terjadi sinergi antara Alibaba dan Yuke Bao," kata Karaniya.

Dia mengatakan kolaborasi ini bisa mempercepat edukasi dan inklusi masyarakat untuk berinvestasi reksa dana.

" Dana simpanan mereka berkembang lebih baik daripada sekadar menabung di bank," kata Karaniya.

Sekadar informasi, BukaReksa ini adalah produk investasi yang diatur dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan. Mereka menggandeng CIMB Principal Asset Managemet sebagai pembuat produk reksa dana CIMB-Principal BukaReksa Pasar Uang.

Dengan reksa dana ini, pengguna BukaLapak bisa membeli produk reksa dana mulai dari Rp10 ribu.

Presiden Direktur PT CIMB Principal Asset Management, Ridwan Sutedja, mengatakan bahwa investasi di reksa dana bisa menawarkan potesi keuntungan yang lebih tinggi daripada tabungan di bank.

" Reksa dana pasar uang menawarkan return yang stabil meningkat, tapi lebih tinggi dibandingkan dengan deposito di bank," kata Ridwan.(Sah)

[crosslink_1]

Beri Komentar