Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Ilustrasi Wisata Halal.
Dream – Pariwisata halal menjadi salah satu industri di sektor kepariwisataan yang diperhitungkan. Di Indonesia, potensi pariwisata halal menjadi besar dilihat dari Indonesia yang merupakan negara penduduk Muslim terbesar di dunia.
Potensi pariwisata halal telah terbukti, namun pengetahuan dan wawasan akan konsep pariwisata halal belum begitu menggaung di Tanah Air. Hal ini terlihat dari akomodasi tempat wisata di Indonesia yang belum optimal mendukung nilai-nilai Islam. Sebut saja musala yang kotor dan masih ada tempat yang menjual makanan dan minuman beralkohol.
“Konsep pariwisata halal berarti segala sesuatu yang tidak membahayakan manusia dan lingkungan, yang sesuai dengan koridor aturan Islam,” kata Pusat Perencanaan dan Pengembangan Kepariwisataan (P-P2Par) Institut Teknologi Bandung (ITB), Budi Faisal, di Bandung, dilansir dari keterangan tertulis yang diterima Dream, Kamis 18 Agustus 2016.
Budi mengatakan selama bagian-bagian pariwisata itu tidak bertentangan dengan prinsip Islam, mereka bisa dikatakan halal.
Menurut Budi, prinsip pariwisata halal pada dasarnya menarik bagi turis. Pertama, makanan yang disajikan terbukti sehat dan bersih. Kedua, tempat wisata tidak menyediakan makanan dan minuman beralkohol.
“Otomatis meniadakan suasana tidak nyaman karena kehadiran orang-orang yang sedang mabuk,” kata dia.
Budi juga mengatakan wisatawan Muslim memiliki skala jumlah pengeluaran yang cukup besar. Saat berwisata, mereka memiliki jumlah pengeluaran yang cukup besar. Saat berwisata, mereka mengharapkan fasilitas dan layanan tidak melanggar prinsip Islam. Dia berharap konsep halal bisa diterapkan di Indonesia di semua lini destinasi wisata Indonesia.
“Dari sisi pemasaran, kami harus memasarkan produk halal. Indonesia tepat karena mayoritas produknya halal dan peminatnya semakin banyak,” kata dia.(Sah)
Advertisement

Benarkah Kecerdasan Manusia Menurun? Studi Ungkap Tren Mengkhawatirkan Sejak 2012

Mengapa Anak Suka Makan Upil? Sains Punya Penjelasan di Balik Kebiasaan Ini

Kurang Tidur Bisa Ganggu Gula Darah dan Kesehatan Jantung, Olahraga 10–15 Menit Ini Bisa Membantu

Sering Buang Angin Tanpa Sebab Jelas? Kebiasaan Mengunyah Permen Karet Bisa Jadi Pemicunya

IHSG Lanjutan Menguat ke Level 5.387, Saham Bank Pelat Merah Bermekaran

Teori Lipstik: Mengapa Penjualan Lipstik Mewah Bisa Meningkat Saat Ekonomi Memburuk?

Suka Camilan Gurih Dan Renyah? Ini Pilihan Untuk Temani Aktivitas Sehari-hari