Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?
Kalau Semua Informasi Ada di Socmed, Apa Alasan Kita Membaca?
Bisa Nggak Wahyu Ningsih Jadi CEO Microsoft?
Jika Guru Digaji Lebih Layak, Apakah Kualitas Pendidikan Indonesia Akan Meningkat?
Dunia Endgame Gita Wirjawan
Dunia Endgame Gita Wirjawan
(Sumber: Daily Mail)
Dream - Seorang remaja berusia 14 tahun, Taylor Rosenthal, menjadi buah bibir akhir-akhir ini. Di usianya yang masih muda, dia berani menolak tawaran uang puluhan juta dolar AS. Uang itu tadinya akan diberikan untuk membelian perusahaan mesin penjualan (vending machine), RecMed yang dibuat Rosenthal.
Dilansir dari laman Daily Mail, Jumat 13 Mei 2016, Rosenthal mendirikan sebuah perusahaan yang memproduksi vending machine barang-barang Pertolongan Pertama pada Kecelakaan (P3K). Perusahaan startup-nya ini diluncurkan pada tahun lalu.
Ide pendirian perusahaan ini tercetus setelah melihat teman-temannya terluka selama bermain baseball.
"Pernahkah Anda pergi ke taman bermain dan anak Anda terjatuh, terluka di bagian lutut, lalu Anda harus berjalan jauh untuk mencari plester?" kata dia.
Sejak diluncurkan, RecMed telah menghimpun dana lebih dari US$100 ribu atau Rp1,33 miliar yang berasal dari para investor. Bahkan, sebuah taman bermain, Six Flags, telah memesan 100 unit mesin tersebut.
Ternyata ide bisnis Rosenthal dilihat perusahaan-perusahaan besar. Yang mengejutkan, remaja penggemar baseball ini menolak tawaran sebuah perusahaan besar yang bergerak di perawatan kesehatan. Dia ditawari uang US$30 juta atau Rp399,4 miliar untuk mau melepas RecMed.
"Dia menolaknya karena ingin mengembangkan perusahaannya sendiri," kata ayah Rosenthal, Terry.
Pelajar kelas 8 SMP Opelika di Alabama ini mengundang decak kagum dari gurunya, Clarinda Jones. Kesuksesan tidak membuat anak didiknya tinggi hati.
"Dia tetap rendah hati dan siap membantu orang lain," kata Jones.
Sekadar informasi, Rosenthal mengembangkan mesin pembelian ini dibantu oleh orang tuanya yang merupakan petugas kesehatan. Pada akhir tahun kemarin, dia sudah merampungkan sebuah prototype vending machine dan sudah mematenkan namanya. Vending machine ini menjual seperangkat alat-alat P3K yang harganya sekitar US$5,99-US$15,95 atau Rp79,75 ribu-Rp212,37 ribu dan alat-alat medis pribadi seperti plester dan sarung tangan yang dibanderol mulai harga US$20 atau Rp266,3 ribu.
Advertisement

Indonesia Pangkas Ekspor Gas ke Singapura, Apa Penyebabnya? Bukan Sekadar Soal Pasokan Energi

Benarkah Otot Bisa Berubah Menjadi Lemak Jika Berhenti Olahraga? Ini Penjelasan Ahli

Pawang Hujan Bisa Mendatangkan atau Mengusir Hujan? Ini Jawaban Sains


Prancis dan Italia Diguncang Demo Besar-besaran, Apa yang Membuat Warga Turun ke Jalan?

Ramai Isu Putus Kabel RI–Singapura: Kenapa Internet Dunia Belum Bisa Pindah ke Satelit?

Anak Terlihat Dewasa dan Selalu Mengalah? Waspadai Parentifikasi yang Bisa Berdampak hingga Dewasa