JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Sumber Foto: Shutterstock.com
Dream - Pandemi virus corona yang sudah berlangsung selama beberapa bulan ini kerap membuat negara kesulitan, terutama di bidang perekonomian.
Setelah adanya penuran ekonomi akibat Covid-19, pemerintah Malaysia harus memberlakukan MCO/karantina wilayah yang memberikan dampak pada banyaknya masyarakat yang kehilangan pekerjaan dan lonjakan pengangguran.
Menurut Shamsuddin Bardan, Direktur Eksekutif Fededari Pengusaha Malaysia (MEF), warga Malaysia harus bersiap diri menghadapi gelombang PHK dengan melakukan penghematan pasca hari raya Idulfitri.
Bardan menambahkan, pemutusan hubungan kerja (PHK) biasanya terjadi setelah musim lebaran karena biasanya para pengusaha akan menjaga para pekerja mereka selama masa perayaan.
MEF telah memprediksi akan ada lebih dari dua juta pekerja yang kehilangan pekerjaan termasuk para fresh graduates dan 610.000 pekerja yang telah kehilang pekerjaan sebelum Maret 2020.
Menghemat dengan mengurangi para pekerja mereka merupakan solusi bagi para pengusaha untuk memberikan pekerja mereka pesangon dan gaji pekerja yang masih menetap.
Shamsuddin merekomendasikan bahwa langkah-langkah tertentu dapat diambil oleh para pengusaha untuk tetap bertahan yaitu mengurangi insentif Dana Pegawai (EPF) yang dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja dari 11% menjadi 5%.
Dia juga merekomendasikan tarif tertinggi untuk pengurangan gaji dan jam kerja yang fleksibel sebagai kompromi dengan adanya kebijakan new normal.
Lebih lanjuta, ia mengatakan bahwa pemerintah telah membuat keputusan yang baik untuk mengurangi pekerja asing di pasar tradisional di seluruh pusat kota. Ini karena pasar tradisional akan lebih bersih dan aman tanpa pekerja asing.
Meskipun gaji pekerja lokal menjadi lebih tinggi, pengusaha dapat memangkas biaya karena mereka tidak harus membayar biaya izin dan dokumen kerja untuk pekerja asing.
Sumber: World of Buzz
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun