Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Wamenkes Dante Saksono Harbuwono Bersama Dirut KAI Didiek Hartantyo Melepas Kereta Pengantaran Oksigen (Istimewa)
Dream - PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengantarkan 80 ton oksigen bantuan Pemerintah dari Tanjung Priok menuju Surabaya untuk membantu penanganan Covid-19. KAI menerapkan tarif Rp0 untuk pengantaran oksigen yang didatangkan dari Singapura ini.
Bantuan oksigen tersebut telah diberangkatkan dari Stasiun Tanjung Priok menuju Stasiun Kalimas Surabaya pada Kamis pagi, 5 Agustus 2021. Lonjakan kasus Covid-19 khususnya di Surabaya memicu peningkatan kebutuhan akan oksigen.
Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, mengatakan kebutuhan oksigen Jawa-Bali sebelum pandemi sekitar 400 ton dalam sehari. Ketika terjadi pandemi, permintaan oksigen meningkat hingga 4-5 kali lipat.
" Dalam evaluasi yang kami lakukan, tidak mudah dalam mendistribusikan dan pengadaaan oksigen ke seluruh rumah sakit," ujar Dante dalam keterangan tertulis.
Dante mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih atas langkah KAI yang turut ambil bagian dalam pengadaan kebutuhan oksigen. Menurut dia, pengantaran dengan kereta dapat mempersingkat waktu perjalanan sehingga oksigen sampai di tujuan dengan cepat.
" Mungkin jika diantar dengan transportasi bus akan memakan waktu 24-36 jam, tapi dengan kereta api bisa memotong waktu, kereta api ini nanti akan tiba pukul 18.00 WIB di Surabaya," ucap Dante.
Direktur Utama KAI, Didiek Hartantyo, berharap layanan gratis yang disediakan KAI dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya. Sehingga semakin banyak masyarakat yang membutuhkan oksigen akibat Covid-19 dapat tertangani.
" PT KAI akan terus mendukung penuh Pemerintah dan berupaya untuk memberikan sumbangsih terbaik dalam penanggulangan Covid-19, di antaranya melalui program vaksinasi di stasiun untuk mendukung herd immunity dan program pengiriman gratis untuk angkutan oksigen menggunakan KA maupun untuk tabung oksigen kosong," kata dia.
Oksigen ini diantarkan KAI menggunakan 4 gerbong ISO Tank. Masing-masing gerbong berisi tanki berkapasitas 20 ton.
Lebih lanjut, Didiek menyatakan pihaknya merasa bangga mendapat kepercayaan Pemerintah dalam pendistribusian oksigen. " Secara tidak langsung, kami optimis bahwa Pemerintah memberikan dukungan penuh dalam mendorong kereta api menjadi moda transportasi logistik yang unggul dan dapat diandalkan," kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya