JK di NIU: Transisi Energi Hijau Tak Mudah, Butuh Koloborasi Pemerintah dan Dunia Usaha
Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh
Cara Menyiapkan Mental Sebelum Melakukan Downsizing atau Downgrading, Hal Apa yang Harus Jadi Prioritas?
5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun
6 Pelajaran Hidup Gen Z yang Perlu Dipelajari Oleh Generasi yang Lebih Tua, Bantu Hidup Lebih Tenang
Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
Resesi, Depresi, Dan Krisis Ekonomi Ini Memiliki Arti Yang Berbeda. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sebelum dan setelah Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan data pertumbuhan ekonomi Indonesia yang kembali mengalami kontraksi, istilah resesi, depresi, dan krisis ekonomi sudah sering dibicarakan. Ketiganya muncul terutama usai roda ekonomi dunia dipaksa mengerem karena Covid-19.
Meski depresi dan resesi terdengar hampir sama, kedua istilah ini memiliki pengertian yang berbeda. Begitu pula dengan krisis ekonomi.
Mengutip laman Merdeka.com, Jumat 6 November 2020, Ekonom Bank Permata, Josua Pardede, mengatakan resesi adalah pertumbuhan ekonomi negatif selama dua kuartal berturut-turut. Kondisi ini yang baru saja dialami Indonesia sekarang.
Diketahui ekonomi Indonesia mengalami kontraksi sebesar 4,39 persen. Di kuartal II-2020 lalu, pertumbuhan negatif juga dialami Indonesia sebesar 5,32 persen.
“ Resesi itu, kan, definisinya pertumbuhan ekonomi dua kuartal berturut-turut mengalami kontraksi,” kata Josua kepada Merdeka.com.
Resesi ini merupakan bagian dari siklus ekonomi. Resesi teknikal itu merupakan kondisi yang memberikan sinyal suatu wilayah memasuki gerbang resesi.
Jika suatu negara yang mengalami resesi teknikal, belum tentu negara itu benar-benar jatuh dalam lubang resesi. Sebab, bisa saja kontraksi pertumbuhan ekonomi tersebut hanya merupakan siklus bisnis jangka pendek.
Namun, jika indikator-indikator ekonomi seperti PDB, inflasi dan pengangguran, belum juga pulih setelah 2 periode tersebut, itu dapat dikatakan bahwa negara tersebut sudah masuk dalam kondisi resesi.
Resesi ekonomi berlangsung dalam waktu lama bisa disebut depresi ekonomi. Suatu negara mengalami depresi ekonomi jika pertumbuhan ekonominya kontraksi dalam jangka panjang atau lebih dari satu tahun.
“ Apabila resesi yang berkepanjangan dan memiliki dampak jangka panjang, krisis tersebut dikatakan sebagai depresi,” kata Josua.
Sementara itu, krisis ekonomi dipahami sebagai adanya shock pada sistem perekonomian di suatu negara. Akibatnya, terjadi kontraksi pada instrumen perekonomian di negara tersebut, seperti nilai aset ataupun harga.
Berbeda dengan resesi ekonomi dan depresi ekonomi, suatu negara disebut mengalami krisis ekonomi jika pertumbuhan ekonominya mengalami kontraksi meskipun hanya satu kuartal. Namun, variabel suatu negara mengalami krisis tidak hanya dilihat dari pertumbuhan ekonominya, tetapi ada multidimensi faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonomi suatu negara.
Josua menyebut krisis ekonomi muncul akibat kondisi keuangan global terganggu dan berdampak signifikan. Misalnya, nilai tukar mata uang, peningkatan utang negara yang signifikan dan inflasi yang relatif tinggi.
“ Kalau krisis ekonomi ini faktornya multidimensi, bukan hanya dilihat dari pertumbuhan ekonomi saja,” kata dia.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Jarang Minum Air Putih Setelah Bangun Tidur? Ini 6 Dampaknya bagi Tubuh


5 Latihan Tanpa Beban yang Bisa Membantu Membentuk Otot Setelah Usia 50 Tahun