Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Menhub Mengkaji Rencana Menaikkan Tarif KRL Commuter Untuk Kalangan Orang Mampu Agar Subsidi Tepat Sasaran
Dream - Wakil Presiden, Ma’ruf Amin memberikan sinyal setuju terkait wacana kenaikan tarif KRL Commuterline untuk golongan ekonomi mampu. Namun Wapres meminta pengelola KRL Communter untuk terlebih dahulu melakukan uji coba sebelum menerapkan tarif baru tersebut.
" Perlu diuji coba dulu seperti apa hasilnya, bagaimana kekurangan-kekurangannya, sebab satu ide yang baik itu kadang-kadang juga perlu dicoba implementasinya dipaskan sehingga nanti ada hal-hal yang perlu diperbaiki," kata Wapres Ma'ruf Amin di Istana Wapres Jakarta dikutip dari Merdeka.com, Kamis, 29 Desember 2022.
Sebelumnya Menteri Perhubungan Budi Karya mengatakan usul menaikkan tarif KRL Commuterline untuk golongan ekonomi mampu dilakukan untuk membuat subsidi KRL tepat sasaran.
Selain BBM dan gas 3 Kg, pemerintah juga mengalokasikan dana subsidi untuk tarif penumpang KRL.
PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mencatat pada 2021 realisasi subsidi tarif pengguna KRL dalam bentuk Public Service Obligation (PSO) mencapai Rp2,14 triliun.
Upaya subsidi tepat sasaran adalah dengan menerbitkan kartu baru untuk membedakan profil penumpang KRL. Kartu ini akan menetapkan harga tiket KRL yang sudah disesuaikan untuk masyarakat ekonomi mampu alias orang kaya.
" Karena ini suatu ide yang ingin diterapkan dalam rangka 'cross subsidy', pemerintnah akan melakukan uji coba terlebih dahulu," ungkap Wapres.
Wapres juga menyambut ide Menhub Budi Karya Sumadi yang menginginkan penerapan tarif berbeda penumpang ini akan menjadi subsidi silang dari anggaran yang selama ini ditanggung pemerintah.
" Idenya kan memang baik supaya yang kuat itu menolong yang lemah dan memang pembebanan itu supaya juga disesuaikan dengan daya pikulnya, istilahnya 'cross subsidi', yang kuat membantu yang lemah, itu idenya sudah betul," tambah Wapres.
Dream - Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi memastikan tarif KRL Commuter Line tidak akan mengalami kenaikan di tahun 2023.
" Kalau KRL enggak naik, Insya Allah 2023 tidak naik. Tapi, nanti pakai kartu," ujar Menhub Budi Karya Sumadi di Jakarta, dikutip pada Rabu 28 Desember 2022.
Namun pemerintah sedang merancang subsidi untuk tarif di tahun depan, orang kaya akan membayar lebih tinggi untuk menyubsidi golongan tidak mampu.
“ Yang kemampuan finansialnya tinggi harus bayar lain. Average, sampai 2023 enggak naik," lanjut Budi.
Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Mohamad Risal Wasal menjelaskan, pembayaran tarif KRL melalui kartu itu nantinya akan diterapkan lewat skema subsidi terbatas.
" Subsidi tepat guna. Artinya tidak naik, tapi nanti kita pakai data Kemendagri. Yang kaya ya bayar sesuai aslinya, yang kurang mampu itu nanti dapat subsidi," kata Risal.
" Kalimatnya (tarif KRL) tidak naik, tapi subsidi tepat sasaran," tegas dia.
Meskipun demikian, Risal mengatakan Kemenhub masih memilah data apa yang bakal menjadi dasar pembeda tarif KRL antar penumpang.
Ada beberapa opsi data seperti dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) atau Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) Kementerian Sosial. Risal berharap, skema baru bayar tarif KRL ini bisa diterapkan secepatnya.
" Kuartal kedua kali ya kita upayakan. Paling lambat di pertengahan tahun (2023). Tapi kalau bisa dipercepat, kita percepat," pungkas Risal.
Namun, terkait data penumpang kurang mampu, Kemenhub perlu berkolaborasi dengan Kemendagri untuk mencari data tersebut.
Sumber: Liputan6.com
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya