Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
Menkeu Bambang Brodjonegoro
Dream - Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro mengungkapkan kekhawatirannya terhadap kondisi ekonomi global yang diperkirakan masih berada pada periode yang penuh ketidakpastian karena adanya isu gagal bayar surat utang pemerintah Yunani pada tahun 2016 mendatang.
" Ekonomi berubah sangat cepat, yang dari sebelumnya karena pengaruh isu tingkat suku bunga di AS, sekarang bergeser pada isu Yunani sebagai isu global,” ujar Bambang seperti dikutip dari situs Kementerian Keuangan, Selasa, 23 Juni 2015.
Melihat kondisi ini, lanjut Bambang, pemerintah akan terus mewaspadai segala kebijakan negara di dunia, termasuk Yunani. Pasalnya, begitu ada negara yang bermasalah maka dampaknya bisa sampai memengaruhi ekonomi tanah air.
" Hari-hari ini kita harus memperhatikan apa yang terjadi dengan Yunani. Karena kalau ini berantakan bisa mempengaruhi ekonomi global dan stabilitas pasar keuangan dunia," tegasnya.
Menurut Bambang, hal inilah yang menjadikan pemerintah tidak berlebihan dalam menetapkan asumsi dasar ekonomi makro untuk Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) tahun 2016.
Dalam rapat dengan Komisi XI DPR RI disepakati, asumsi pertumbuhan ekonomi pada kisaran 5,5 hingga 6 persen, asumsi inflasi 4 persen plus minus 1 persen, asumsi nilai tukar rupiah terhadap dolar AS pada kisaran Rp13.000 hingga Rp13.400 per dolar AS, dan asumsi suku bunga Surat Perbendaharaan Negara 3 bulan sebesar 4 persen hingga 6 persen (yoy).
Bambang menambahkan asumsi pertumbuhan ekonomi tersebut disusun salah satunya dengan mempertimbangkan perkembangan kondisi global tersebut.
" (Asumsi) 6 persen adalah optimisme kami didorong global, sedangkan 5,5 persen adalah kemungkinan terburuk seperti kuartal pertama tahun ini," pungkasnya.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam