Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Dream - Sikap Anda terhadap uang dapat memengaruhi kondisi keuangan Anda dalam kehidupan sehari-hari. Kesalahan dalam manajemen keuangan bisa menciptakan efek jangka panjang.
Misalnya, terjebak dalam pekerjaan dengan gaji rendah bisa merusak situasi keuangan Anda selama bertahun-tahun. Mungkin Anda juga kurang melakukan riset kecil sebelum berbelanja atau tidak mendapat informasi cukup tentang diskon yang bisa menghemat uang dalam jumlah besar.
Seperti dikutip dari Gulf News, Selasa, 23 Juni 2015, berikut adalah cara mengetahui apakah sikap Anda terhadap uang menjadi rintangan untuk menciptakan kehidupan keuangan yang sehat.
Apakah Anda menghindari negosiasi atau tawar-menawar?
Jika Anda merasa tidak nyaman ketika bicara masalah uang, apakah itu dalam konteks negosiasi gaji, biaya pengeluaran rumah tangga, atau sejenisnya, masalah Anda mungkin berhubungan dengan bagaimana Anda melihat uang.
Jika Anda terlalu hati-hati berbicara tentang uang dengan menganggapnya sebagai hal tabu, dan berpikir bahwa hanya memikirkan uang ketika berurusan dengan orang lain termasuk keluarga, teman dan rekan kerja adalah tidak pantas, mungkin sikap menghindari Anda bisa dimengerti. Tapi itu harus menjadi pembuka mata bagi Anda untuk berubah.
Dampak mengambil pendekatan pasif dalam situasi kritis uang dapat merusak kemandirian keuangan Anda. Dalam banyak situasi, terutama ketika Anda dihadapkan untuk bernegosiasi. Penjual mungkin akan mempertimbangkan jika Anda melakukan negosiasi atau penawaran dan ketika Anda tidak melakukannya, Anda akan membayar harga yang lebih tinggi dari yang seharusnya.
Demikian sebaliknya, jika Anda seorang penjual. Singkatnya, dalam banyak budaya dan masyarakat, negosiasi soal uang tidak hanya diterima, tapi diharapkan terjadi. Jadi tahu aturan permainan dan ikut berpartisipasi.
Anda sudah mengetahui harganya?
Salah satu alasan orang menghindari negosiasi atau tawar-menawar adalah ketidakmampuan mereka untuk mengetahui berapa harga pantas dari barang di pasar. Ada barang-barang kebutuhan yang bisa disurvei dan dibeli, tetapi ada juga yang sulit untuk ditentukan nilainya.
Jika Anda menghadapi negosiator ulung, Anda akan terjebak dalam permainan menebak-nebak ide Anda sendiri untuk membuat penafsiran harga yang pantas.
Untuk menghindari situasi ini, lakukan survei harga terlebih dahulu untuk menentukan kisaran harganya, dan jangan mudah terpengaruh oleh kata-kata manis penjual. Jika penjual memberikan pilihan yang tidak masuk dalam kalkulasi Anda, mintalah waktu untuk menghitung untung ruginya.
Mengubah sudut pandang
Budaya memengaruhi cara orang melakukan negosiasi. Misalnya, di masyarakat Timur, Anda dapat menghabiskan berjam-jam melakukan tawar-menawar saat membeli barang murah. Demikian pula, wanita Timur Tengah jarang melakukan tawar-menawar, yang membuat mereka kurang terampil dalam hal negosiasi.
Meski aspek budaya tidak dapat dihilangkan, dampaknya dapat dikurangi dengan sedikit pengetahuan. Hal ini penting untuk mengetahui apa yang menahan Anda melakukan negosiasi, dan mencoba untuk mengatasinya.
Ketika Anda menyadari di mana ketidaknyamanan Anda berasal, Anda akan menemukan banyak cara yang membantu untuk secara proaktif mengatasi kekurangan tersebut. Dengan demikian Anda akan dapat mengembangkan keterampilan Anda sendiri dan membantu diri sendiri untuk mencapai kenyamanan saat bernegosiasi soal uang.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya