Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Banyak Lulusan Baru Yang Sulit Mendapatkan Pekerjaan.
Dream – Selalu ada lowongan kerja. Tapi, mengapa masih banyak fresh graduate yang sulit mendapatkan pekerjaan dengan cepat?
Di dunia karier, lulusan baru tidak hanya bersaing dengan sesamanya, tetapi juga dengan mereka yang sudah punya pengalaman. Apalagi, perusahaan hanya mau merekrut calon karyawan yang berpengalaman.
Kalau yang sulit mendapatkan pekerjaan, jangan dulu menyerah dan pasrah. Ada banyak kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang bagus.
Berikut ini tip untuk lulusan baru agar bisa mendapatkan pekerjaan lebih mudah.
© Jangan ragu memperluas jaringan profesional.
Memperluas jaringan pertemanan merupakan cara termudah untuk mendapatkan banyak informasi tentang pekerjaan terbaru.
Masih banyak yang berpikir jaringan hanya dilakukan oleh orang-orang yang sudah bekerja. Faktanya, tanpa jaringan, semakin sedikit kesempatan untuk mendapatkan kerja karena keterbatasan sumber informasi lowongan.
Kalau tak punya banyak teman di dunia nyata, saatnya membangun koneksi melalui media sosial. Aktif di platform seperti LinkedIn merupakan awal yang tepat untuk tersambung dengan koneksi baru.
Manfaatkan juga jaringan alumni kampus. Selain mendapatkan informasi seputar lowongan pekerjaan, kita juga harus berpeluang untuk direkomendasikan ke perusahaan tempat mereka bekerja.
© Berhati-hatilan di media sosial.
Tak sedikit perekrut memanfaatkan media sosial untuk menyaring kandidat. Mereka akan meriset sederhana tentang kandidat sebelum memutuskan untuk mempekerjakan seseorang. Segala aktivitas kita di jejaring sosial akan dipantau terlebih dahulu oleh perekrut.
Jadi, berhati-hatilah bermain sosial media. Hindari mengunggah hal-hal yang tidak etis.
© Daripada terlalu lama memoles CV, lebih baik melakukan ini.
Para perekrut hanya memerlukan waktu yang singkat untuk membaca CV pelamar kerja. Banyak pelamar menghabiskan waktu untuk menyempurnakan CV sehingga tak jarang hasilnya malah bertele-tele. Jika sudah tahu membuat CV yang tepat agar bisa dibuat cukup ringkas dan jelas, jangan lagi diutak atik dengan menambahkan kalimat yang berlebihan.
Sebagai gantinya, fokuslah pada keahlian kita. Misalnya, jika berminat melamar posisi fresh graduate dengan latar belakang desain grafis, alangkah baiknya menampilkan karya yang pernah dibuat sebelumnya agar perekrut bisa menilai hasil kerja yang pernah dilakukan.
Untuk lebih baik, manfaatkan media sosial untuk menampilkan hasil karya kita mengingat banyak perekrut yang menelusuri media sosial calon kandidat sebelum mempekerjakannya.
© Jangan lupa mempersiapkan diri.
Banyak kandidat mengabaikan persiapan sebelum wawancara. Bahkan, riset menunjukkan 42 persen perekrut terheran-heran dengan sikap lulusan baru yang terkesan tidak siap untuk melakukan proses wawancara. Untuk bisa mengatasinya, kita bisa melakukan riset kecil-kecilan tentang perusahaan melalui situs resmi.
Dengan belajar tentang riwayat pekerjaan, kita bisa lebih memahami wawancara. Jangan lupa mengecek tren terkini seputar industri pekerjaan ini. Dengan begitu, perekrut bisa terkesan dengan sikap yang menunjukkan kepedulian.
© Manfaatkan waktu kosong.
Tak sedikit fresh graduate menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan pekerjaan. Selama menunggu, tidak ada pemasukan. Daripada menghabiskan uang untuk hal yang tidak bermanfaat, sebaiknya momen ini digunakan untuk mengembangkan keahlian.
Tak selalu pakai modal, kita bisa mendapatkan pelatihan gratis yang ada di internet.
© Cari pekerjaan sesuai dengan minat.
Yang terakhir yang harus diketahui, carilah pekerjaan yang sesuai dengan minat. Kalimat ini pasti sering didengar oleh pencari kerja, tapi, sedikit yang mengindahkannya.
Karena tak mau lama menganggur, banyak orang memilih melamar untuk setiap posisi yang tersedia. Banyak yang mengundurkan diri pada awal-awal bulan bekerja.
Pekerjaan yang tidak sesuai dengan minat hanya akan membuat kita mengerjakannya dengan terpaksa dan tentunya akan membuat kita tersiksa. Dengan passion, hasilnya tentu akan lebih sempurna.
Sumber: CekAja
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya