Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Menag Lukman Hakim Saifuddin Didampingi Ketua Baznas Membuka Konferensi World Zakat Forum (Sumber: Twitter @Kemenag_RI)
Dream - Salah satu ajaran yang dianjurkan dalam Islam adalah mendekatkan jarak antara si kaya dan miskin. Islam selama ini telah memerintahkan umatnya yang mampu untuk mengeluarkan zakat.
Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin mengatakan zakat merupakan salah satu cara yang bisa digunakan untuk memperkecil jarak si kaya dan si miskin.
" Selain memenuhi etos kerja umat dengan benar, (zakat) sekaligus mengukuhkan semangat persaudaraan tolong-menolong yang menembus struktur lapisan masyarakat," kata Menteri Agama, Lukman Hakim Saifuddin, dalam acara " Konferensi World Zakat Forum: Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan" di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
Lukman mengatakan Indonesia menyetujui untuk menjadi tuan rumah konferensi zakat dunia karena penduduknya yang mayoritas beragama Islam dan terbesar dunia. Selain itu, pemerintah juga tengah berupaya mengelola dan memanfaatkan zakat.
" Pemerintah telah mengatur zakat ke dalam positif melalui UU No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat agar pengelolaan zakat dapat optimal," kata dia.
Sekadar informasi, konferensi ini dihadiri oleh Badan Amil Zakat Nasional (Baznas), World Zakat Forum, dan 15 negara penggerak zakat lainnya, yaitu Arab Saudi, Bosnia Herzegovina, Maroko, Malaysia, Bangladesh, Sudan, Brunei Darussalam, Uganda, Nigeria, India, Jepang, Australia, Vietam, Kamboja, dan Siprus.
Dalam Konferensi World Zakat Forum, para delegasi ini juga membahas upaya pengentasan kemiskinan. Sebab, sebagian besar negara dengan warga mayoritas Muslinm, penduduknya masih berada di bawah garis kemiskinan.
" Konferensi ini bertujuan untuk merevitalisasi peran dalam mengambil bagian dari masalah sosial-ekonomi yang terkait dengan kemiskinan dan pemberdayaan umat," kata Sekretaris Jenderal World Zakat Forum, Ahmad Juwaini.
Selain membahas peran zakat dalam masalah sosial dan ekonomi, konferensi ini juga menggelar suksesi pemilihan sekretaris jenderal baru untuk World Zakat Forum.
(Sah)
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
