Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Ilustrasi Mengambil Gambar. (Foto: Shutterstock)
Dream – Seorang fotografer memenangkan kontes foto amatir dengan hadiah senilai Rp1 miliaran. Tapi, dia justru dikecam.
Mengapa?
Dikutip dari Next Shark, Senin 25 Maret 2019, fotografer ini bernama Edwin Ong Wee Kee. Dia memenangkan hadiah utama senilai US$120 ribu (Rp1,7 miliar) dari Hamdan International Photography Award (HIPA).
Kontes foto ini merupakan acara tahunan yang memamerkan beberapa karya para fotografer profesional dan amatir dari seluruh dunia.
Kontes foto kedelapan yang digelar pada 2018 ini mengusung tema “ harapan”.

(Foto: Next Shark)
Ong pun keluar menjadi juara berkat foto “ momen kemanusiaan yang intens” yang diambil di Vietnam. Dokter pengobatan tradisional ini mendokumentasikan foto seorang ibu yang mengalami gangguan bicara, bersama dua anaknya.
Disebutkan bahwa foto itu menggambarkan gangguan bicara yang diidap sang ibu, tak mencegahnya untuk merasa berharap dan membangkitkan kekuatan untuk anak-anaknya.
Ong menyebut foto itu diambil dalam “ pemberhentian yang tak terduga”. Dia juga disebut-sebut tidak merencanakan pemotretan.
Tak lama setelah pengumuman pemenang, seorang fotografer bernama Ab Rashid berbagi foto di media sosial di Facebook. Rashid berbagi foto tentang subjek yang diambil Ong. Ternyata, ada beberapa fotorgrafer yang mengambil subjek yang sama.

(Foto: Next Shark)
Anehnya, ada delapan orang yang memotret ibu dan anak dalam posisi yang sama. Foto ini menunjukkan bahwa foto juara, hampir identik dengan yang lainnya.
Foto ini malah menuai kecaman dari warganet. Mereka menyebut foto itu justru memalukan. Foto diambil beramai-ramai, malah menang kontes.(Sah)
Diterpa kritik, Ong akhirnya angkat bicara. Dia bersikukuh foto tersebut diambil dengan spontan.
Ong mengatakan dia dan para fotografer pergi ke sawah. Saat itu mereka melihat seorang ibu yang membawa anak-anaknya.
“ Kami bertanya apakah kami bisa mengambil fotonya,” kata dia.
Sang ibu mengizinkan fotografer mengambil foto dan dia sukarela duduk di bawah. “ Kami tidak pernah menyuruhnya duduk atau berdiri. Setelah mengambil foto, bahkan dia masih di sana dan tidak bergerak sampai kami pergi,” kata dia.
Salah satu fotografer yang hadir saat itu, Ha Lee, juga mendukung pernyataan Ong. “ Saya ingin menekankan itu adalah hal yang spontan dan on the spot. Tidak diatur sebelumnya. Ada seorang wanita dengan dua anaknya. Kebetulan mereka lewat,” kata dia. (Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


Benarkah Indonesia Saat Ini Sedang Mengalami Industrialisasi Gelar? Lalu Apa Dampaknya?

4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele


Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya