Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Limbah Jagung Sukses Diolah Jadi Pakan Ayam. (Foto: Shutterstock)
Dream – Sektor pertanian memerlukan dukungan generasi milenial untuk bisa maju, modern, dan berdaya saing tinggi. Apalagi, jika generasi ini diberikan pendidikan vokasi dan pelatihan di sektor pertanian. Dengan pelatihan ini, akan tercetak agropreneur milenial.
" Saya makin percaya anak muda yang mau terjun di bidang pertanian bisa punya peluang kehidupan dan ekonomi yang lebih baik. Apalagi dengan memanfaatkan teknologi yang tersedia," kata Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, dikutip dari Merdeka.com, Rabu 22 April 2020.
Contohnya Miranda Vivi Febriana. Wanita yang akrab dipanggil Vivi ini terjun ke sektor pertanian setelah lulus pendidikan vokasi di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Malang tahun 2018.
Terlahir di Desa Kawedusan, Kecamatan Ponggok, Kabupaten Blitar yang memiliki banyak peternak menjadi peluang tersendiri baginya. Disaat generasi milenial lulusan perguruan tinggi di kampung halamannya memilih untuk bekerja di kota atau jadi pegawai kantoran, Vivi terjun ke sektor pertanian.
Ketika itu ia langsung mengajukan diri untuk mendapat fasilitasi program dari BPPSDMP Kementan yakni Penumbuhan Wirausaha Muda Pertanian (PWMP).
Melalui PWMP, Vivi mendapat stimulus modal Rp30 juta yang ia manfaatkan untuk berjualan pakan ternak ayam yang diolahnya dari ablok jagung (limbah jagung). Bermodalkan pendidikan dan pelatihan yang ia dapatkan di Polbangtan di tangan Vivi, limbah dari pabrik ini dapat dijadikan pakan yang bagus untuk ayam.
Saat ini, Vivi sudah mampu mengolah limbah ablok jagung dalam 1 minggu sebanyak 1 rit (truk), atau setara 6-7 ton.
Pengiriman limbah dari pabrik tergantung musim, jika sedang tidak musim panen jagung, maka limbah juga tidak full stock. Kalau sedang musim jagung seperti saat ini, meski sedang ada wabah corona, stok limbah dari pabrik pasti banyak. Permintaan pelanggan akan pakan ayam ini pun tetap banyak.
" Dengan mengolah limbah ablok jagung jadi pakan ayam, saya juga menyediakan konsentrat untuk ternak ruminansia. Alhamdulillah, penghasilan saya saat ini sudah tembus Rp26 juta per bulan," kata dia.
Omzet tersebut cukup luar biasa mengingat dirinya baru memulai tahap awal berwirausaha. Tak lekas berpuas diri, ke depan ia ingin melayani peternak di kabupaten lain. Untuk penjualan ia memanfaatkan keberadaan ekosistem digital dengan cara membuat online shop, sehingga bisa promosi melalui media social (Facebook dan Instagram) selain melalui kios AMD Jaya yang telah ia dirikan.
Keberhasilan Vivi sekaligus menjadi gambaran keberhasilan Kementerian Pertanian dalam regenerasi petani melalui pendidikan vokasi.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP), Dedi Nursyamsi, mengatakan penumbuhan petani pengusaha milenial melalui pendidikan vokasi merupakan salah satu upaya untuk menumbuh kembangkan minat generasi milenial akan dunia pertanian.
" Pertanian merupakan garda terdepan. Untuk itu dirasa perlu pelopor pertanian yang diharapkan membuat jejaring usaha pertanian untuk menarik minat generasi milenial menekuni usaha di bidang pertanian. Sudah saatnya generasi milienial melanjutkan tongkat estafet pembangunan pertanian," kata Dedi.(Sah)
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya