Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28
Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane
Suara-Suara di DPR Soal Ijazah Gibran
Huawei Gandeng LinkAja, Pembayaran QRIS Bisa Lewat Smartwatch HUAWEI WATCH GT 7 Series
Gandeng Bilal Indrajaya, Lyodra Beri Pesan Tak Menyerah pada Album Terkunci Di Kamu
7 Jenis Tanaman yang Bisa Mengundang Ular ke Halaman Rumah, Bukan karena Baunya
Kenapa Tikus Suka Bersarang di Mesin Mobil, dan Cara Mengusirnya untuk Selamanya
Dua Seniman Indonesia Raih Grand Prize MR.D.I.Y. Regional Art Competition 2026
Ilustrasi Orang Hendak Membayar Zakat. (Foto: Merdeka.com)
Dream – Memiliki potensi zakat sampai Rp 217 triliun per tahun, Indonesia baru mampu menghimpun Rp 6 triliun atau kurang dari 2 persen. Minimnya pencapaian penghimpunan zakat itu dikarenakan adanya sejumlah kendala termasuk belum ada sinkroniksasi antara pembayaran zakat dan pajak.
“ Sinkronisasi antara pembayaran zakat dan pajak belum menemukan format yang ideal, yaitu zakat sebagai pengurang pajak seperti yang diharapkan,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, dalam " Konferensi World Zakat Forum: Penguatan Peran Zakat sebagai Instrumen Global Pengentasan Kemiskinan" di Hotel Sari Pan Pacific, Jakarta, Rabu 15 Maret 2017.
Sekadar informasi, pemerintah selama ini didesak untuk memasukkan pembayaran zakat sebagai pengurang pembayar pajak penghasilan. Usulan itu mengemuka dalam muzakarah (diskusi) tentang zakat sebagai pengurang pajak yang digelar oleh Kementerian Agama.
Muzarakah ini menilai insentif pengurangan pajak bagi wajib pajak yang membayar zakat belum berlaku secara efektif.
Kendala yang kedua, kata Tarmzi, adalah adanya ketimpangan antara potensi zakat dengan realisasi pengumpulan yang dilakukan oleh organisasi pengelola zakat yang resmi. Dikatakan bahwa potensi zakat di Indonesia sebesar Rp217 triliun per tahun, tetapi realisasinya sebesar Rp6 triliun.
“ Belum ada 2 persen,” kata dia.
Tarmizi mengatakan kendala ketiga adalah pertumbuhan lembaga zakat tidak otomatis mencerminkan tingkat kesejahteraan masyarakat.
Advertisement
Rontok 1,88%, IHSG Terkulai Lemas ke Level 6.031,28

Kenalan dengan 'Neon Moon II', Kapal Sampah dari Coldplay di Cisadane

Kasus Ijazah Gibran, Sudah Selesai atau Belum?

Menilik 5 Green Movement Seru di Synchronize Festival

Deal Lepas 10,08 Miliar, Low Tuck Kwong Tambah Porsi Lego Saham Bayan Resources ke Jhonlin Baratama
