9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes
Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan
3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar
Langkah Tepat Lindungi Kulit dari Paparan Sinar UV
6 Suplemen yang Mulai Perlu Diperhatikan Saat Memasuki Usia 40-an
Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya
Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?
5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya
Ilustrasi Batu Akik
Dream - Neraca perdagangan Indonesia sepanjang Mei 2015 mencetak surplus. Meski nilai ekspor mengalami penurunan, Indonesia berhasil membuka pasar baru dengan lonjakan pertumbuhan signifikan.
Data Kementerian Perdagangan (Kemendag) bahkan mencatat ekspor nonmigas Indonesia ke Swiss mencetak pertumbuhan hingga 1.800 persen. Sementara ke Tanzania, Indonesia sukses memacu ekspor hingga tumbuh 154,8 persen.
Pasar baru lain yang mencetak pertumbuhan signifikan adalah Algeria 53 persen, Arab Saudi 21,1 persen, India 11,9 persen, Taiwan 5,1 persen dan Malaysia 2 persen.
“ Saya melihat bahwa banyak pasar yang belum kita kembangkan, belum kita fokuskan juga misalnya ke Timur Tengah dan Eropa Timur,” kata Menteri Perdagangan Rahmat Gobel dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, 16 Juni 2015.
Sejumlah barang ekspor yang mencetak pertumbuhan signifikan sepanjang Januari-Mei 2015 diantaranya perhiasan, tembaga, dan timah. Batu akik bahkan disebutkan menjadi salah satu pemberi devisa signifikan bagi laju ekspor Indonesia.
Khusus pasar Indonesia, Indonesia mencetak pertumbuhan ekspor pada produk bijih, kerak dan abu logam , perhiasan serta besi dan baja. Untuk pasar Malaysia, ekspor minyak kelapa sawit (CPO), tembaga, ikan, dan udang mencetak kenaikan signifikan.
Meski sudah memiliki beberapa komoditas ekspor yang laku di pasaran, kata Rachmat, Indonesia perlu menambah jenis barang lain untuk dijual ke luar negeri. “ Karena biar bagaimanapun kita harus diversifikasi, tidak bisa mengandalkan ekspor yang itu-itu saja,” tegasnya.
Selain barang ekspor unggulan, pemerintah sebetulnya berharap Indonesia mampu memacu ekspor produk mebel. Selain kaya bahan baku, setiap kenaikan produksi sebesar US$ 1 miliar di industri ini mampu menyerap tenaga kerja hingga 100.000 orang.
“ Jadi memang nanti kita akan menganalisa semua produk di samping makanan dan minuman, seperti produk tekstil, alas kaki. Karena alas kaki saja masih jadi produk unggulan kita,” tutur Rachmat.
Advertisement

Laut Naik 56 Cm pada 2100, 770 Juta Orang Terancam: Bukan Cuma Pantai yang Bisa Hilang

5 Buah yang Bisa Bantu Atasi Lemas dan Tambah Energi, Pisang Salah Satunya

Air Dingin atau Suhu Ruang, Mana yang Lebih Baik untuk Kesehatan?

Jalan Secepat Apa yang Bisa Bantu Panjang Umur? Peneliti Sebut Angka Idealnya

9 Cara Aneh yang Pernah Dilakukan Manusia untuk Menghindari Wabah Pes

Dengarkan Musik yang Tenang Saat Makan, Studi Ungkap Pengaruhnya pada Pilihan Makanan

3 Kebiasaan Olahraga yang Sebaiknya Mulai Dilakukan Saat Usia Paruh Baya agar Tetap Bugar