Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia
Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
VPN Belakangan Ini Marak Digunakan Masyarakat Indonesia Karena Ada Pembatasan Akses Sosmed. (Foto: Shutterstock)
Dream – Pembatasan penggunaan media sosial oleh pemerintah membuat masyarakat mengambil “ jalan pintas”. Masyarakat menggunakan virtual private network (VPN) untuk mengembalikan akses internet.
Pertanyaannya, apakah transkasi perbankan aman menggunakan VPN?
Dikutip dari Merdeka.com, Jumat 24 Mei 2019, Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo, mengungkapkan sejauh ini transaksi digital perbankan masih berjalan aman tanpa kendala sebagai imbas dari penggunaan VPN.
" Transkasi perbankan dan digital economy berjalan lancar dan aman," kata Perry di Jakarta.
Sementara itu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Wimboh Santoso, mengatakan belum ada masalah dalam penggunaan VPN.
“ Tidak apa-apa (pakai VPN)," kata Wimboh.
Pengamat siber dari Vaksincom, Alfons Tanujaya, mengataja VPN itu ibarat memakai server proxy atau WiFi gratisan. Kalau VPN memperbolehkan mengakses, itu akan mudah.
“ Kalau sistem internet banking sudah pakai https (http secure) ya. Artinya sudah dienkripsi sekalipun di tap itu datanya terenkripsi dan tidak bisa dibaca,” kata dia kepada Merdeka.com.
Alfons mengatakan internet banking sudah memaksakan untuk menggunakan TFA atau OTP. Kalau terjadi kebocoran kredensial, transaksi tak bisa dilakukan karena tetap ada konfirmasi OTP dari token.
“ Yang perlu diwaspadai adalah layanan yang menggunakan teknologi jadul tanpa enkripsi. Mengandalkan password dan PIN itu sama saja setor nyawa kalau di-tapping ketahuan semua,” kata dia.
Meski begitu, Alfons tetap menyarankan untuk menghindari penggunaan VPN abal-abal. Berbeda jika menggunakan VPN yang berbayar.
Advertisement
Jadi Pengajar di AS, Jusuf Kalla Bahas Akar Konflik Dunia

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Gula Tebu vs Sirup Jagung Tinggi Fruktosa, Mana yang Lebih Baik untuk Gula Darah?


Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya