Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya
7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan
Survei Poltracking: Gerindra Jauh di Atas PDIP-Golkar, Bagaimana PSI?
BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14
Bukan Hiu Putih, Ini 4 Hewan Paling Mematikan di Dunia dan Bahayanya bagi Manusia
Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?
4 Tanda Awal Penyakit Jantung pada Perempuan yang Sering Dianggap Sepele
Indeks Syariah "perkasa" Di Pengujung Oktober 2018.
Dream - Bursa saham Indonesia menutup perdagangan akhir Oktober 2018 dengan ceria. Munculnya aksi beli dari pemodal asing menambah daya dorong indeks saham yang bergerak kembali ditutup menguat.
Sentimen aksi beli saham itu juga memicu kenaikan pada tiga indeks syariah yang kembali melanjutkan penguatannya.
Pada penutupan perdagangan harian Bursa Efek Indonesia (BEI), Rabu 31 Oktober 2018, Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), bergerak naik 1,126 poin (0,65%) ke level 174,142 di sesi penutupan.
ISSI bertahan di zona hijau setelah dibuka menguat di level 173,680. Maraknya aksi beli investor membuat indeks ISSI sempat menembus level tertinggi 174,249.
Sentimen borong saham juga mendorong Indeks bluechip syariah, Jakarta Islamic Indonesia (JII), menguat 6,500 poin (1,01%) ke level 651,271.
Indeks JII70 terangkat 1,871 poin (0,88%) ke level 215,038.
Aksi beli investor ini membuat dana asing mengalir sebesar Rp2,44 triliun miliar ke lantai bursa. Tercatat perdagangan kali ini senilai Rp3,6 triliun dari 36,54 miliar lembar saham.
Investor lebih suka bermain saham di sektor pertanian, keuangan, infrastruktur, dan properti. Keempat saham ini masing-masing menguat 2,23 persen, 1,93 persen, 1,59 persen, dan 1,36 persen.
Saham barang konsumsi terkoreksi 1,56 persen, manufaktur 0,33 persen, dan perdagangan 0,29 persen.
Emiten syariah pencetak top gainer kali ini adalah UNTR yang harga sahamnya meningkat Rp800, INTP Ro700, AALI Rp525, TCPI Rp450, dan SMGR Rp350.
Sebaliknya, harga saham UNVR merosot Rp1.275, ITMG Rp1.050, UNIC Rp460, EMTK Rp350, dan INAF Rp310.
Dari pasar uang, nilai tukar dolar AS terhadap rupiah melemah 25 poin (0,16%) ke level Rp15.198 per dolar AS. Data ini berdasarkan nilai tukar pada pukul 16.24.(Sah)
Advertisement
Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan

BEI Sesuaikan Lagi Aturan Batasan ARB untuk Saham Harga Rp11-Rp14

Kalau Sains Penting, Kenapa Terasa Asing?

Sustainability dan Hidup Kita, Pengertian, Prinsip, dan Penerapannya

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%


10 Pengganti Garam yang Bisa Membantu Menurunkan Tekanan Darah

Bahasa Apa yang Digunakan Oleh Orang Sriwijaya Pada Masa Lalu?

Ambruk Lagi Dihantam Sentimen MSCI, IHSG Longsor di Bawah Level 5.000 di Sesi Pembukaan

Antisipasi Efek Pengumuman MSCI, Otoritas Bursa Pangkas Aturan Batas Bawah Auto Rejection jadi 7%

Kesepian Bisa Mengurangi Hampir 6 Tahun Hidup Sehat, Pria Lebih Rentan Mengalami Dampaknya

7 Makanan yang Mengandung Zat Besi Lebih Tinggi daripada Daging Merah, Ada Tahu dan Bayam

Sentuh Level 5.000, IHSG Mulai Berusaha Bangkit Usai Dibuka Melemah di Sesi Pembukaan